Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Aji Santoso Terima Pinangan Latih Persebaya, Ini Alasannya

Kamis 31 Okt 2019 15:09 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Israr Itah

Aji Santoso

Aji Santoso

Foto: Dok Liga Indonesia Baru
Aji bertekad menularkan pengalamannya selama berkostum Bajul Ijo.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Persebaya Surabaya secara resmi menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih kepala setelah mundurnya Wolfgang Pikal. Pelatih asli Malang tersebut mengaku sulit menolak tawaran melatih Persebaya. Apalagi, pelatih berusia 49 tahun ini memiliki ikatan emosional dengan tim kebanggaan Bonek Mania tersebut.

Baca Juga

"Sebelumnya saya sempat mendapat tawaran, tapi situasinya tidak memungkinkan. Tentu saya menerima tawaran ini dengan pertimbangan matang, karena Persebaya tim yang membesarkan saya,” kata Aji dilansir dari laman resmi Persebaya, Kamis (31/10).

Aji bertekad menularkan pengalamannya selama berkostum Bajul Ijo kepada Ruben Sanadi dan kawan-kawan. Semasa menjadi pemain, Aji dikenal sebagai bek kiri dengan kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya.

Aji juga bertekad mengembalikan marwah tim asal Kota Pahlawan tersebut. Apalagi mantan pelatih Persela Lamongan tersebut merupakan kapten tim Persebaya saat menjuarai Liga Indonesia 1996-1997. Ia juga membawa Persebaya melewati play-off ISL musim 2009-2010 dengan status sebagai caretaker.

Aji pun mengaku telah menjalin komunikasi dengan Uston Nawawi dan Bejo Sugiantoro. Ketiganya merupakan bagian dari Class of 97 yang mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia bagi tim kebanggan warga Surabaya.

“Kebetulan kami sudah pernah bekerja sama. Dan sejak komunikasi dengan manajemen, saya telah berbicara dengan mereka,” ujar Aji.

Aji menyadari, dirinya harus bergegas mempersiapkan tim, mengingat Persebaya sudah harus meladeni PSM Makassar di Stadion Batakan, Balikpapan, Sabtu (2/11). “Saya ingin menyampaikan kepada seluruh pemain agar selalu loyal kepada profesi. Pemain harus total kepada Persebaya. Tidak hanya sekedar main,” kata dia.

Jelang pertandingan tersebut, Aji mengaku belum banyak yang bisa dibenahi. Menurutnya, yang paling utama yang harus dibenahi adalah mental bertanding pemain. Dia pun menyadari, pembenahan itu tidak bisa dilakukan secara singkat.

"Tidak bisa satu dua hari bisa, pasti butuh waktu untuk proses. Tetapi paling tidak saya bisa mengajarkan filosofi yang saya bawa kepada pemain,” kata Aji.

Aji akan menjadi pelatih ketiga yang menangani Persebaya musim ini setelah Djadjang Nurdjaman dan Wolfgang Pikal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA