Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Ramos, Bek yang Selalu Cetak Gol Selama 16 Musim di La Liga

Kamis 31 Oct 2019 16:27 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Israr Itah

Sergio Ramos

Sergio Ramos

Foto: Nick Potts/PA via AP
Hebatnya, Ramos beroperasi sebagai bek tengah, bukan gelandang serang atau striker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sergio Ramos mencetak rekor di kompetisi La Liga. Ia selalu mencetak gol dalam 16 musim berlaga di kompetisi terelite di Spanyol. Hebatnya, Ramos beroperasi sebagai bek tengah, bukan gelandang serang atau striker.

Butuh 11 pertandingan bagi Ramos untuk membukukan gol untuk Madrid pada musim 2019/20. Ramos mencetak gol pertamanya dari titik penalti saat melawan Leganes, Kamis (31/10) dini hari WIB.

Dengan gol ini, Ramos melanjutkan kebiasaan selalu mencetak gol dalam tiap musim La Liga sejak tiba di Madrid pada 2005. Seperti dilaporkan Marca, total ia selalu mencetak gol dalam 16 musim terakhir, termasuk saat mengawali karier di Sevilla pada musim 2004/2005. Rekor ini juga dipegang oleh Lionel Messi.

Baca Juga

Ramos merupakan pencetak gol yang impresif bagi Madrid. Ia sudah menyumbang 85 gol, 62 di antaranya dihasilkan di La Liga. Dari 62 gol ini, Ramos merupakan bek dengan raihan gol tertinggi. Menyusul berikutnya Gerard Pique dari Barcelona (28 gol) dan rekan setimnya Marcelo (25 gol). Sedangkan bek pemegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa masih dipegang Fernando Hierro dengan 106 gol yang juga pemain Madrid. 

Di pentas Liga Champions, Ramos juga kerap mencetak gol penting untuk Madrid. Rekan setimnya Luka Modric mengenang kekaguman atas gol yang dilesakkan Ramos pada final Liga Champions 2014 melawan Atlético Madrid. Ia bahkan menganggap gol itu mengubah sejarah sepak bola Eropa.

Saat itu, Ramos mencetak gol lewat sundulan. Gol pada menit ketika injury time itu memaksa laga masuk ke fase babak tambahan. 

"Sulit membuat keputusan seperti itu. Mungkin itulah alasan gol ini mengubah sejarah sepak bola Eropa. Madrid banyak dapat gelar juara, tapi kami belum pernah mengangkat trofi Liga Champions selama 12 tahun," kata Modric, dikutip dari AS.

"Gol itu mengubah segalanya. Mental kami berubah. Dari momen itu, kami mulai jadi kuat lagi di kancah Eropa. Ini menggambarkan pentingnya mental dalam sepak bola," tambahnya.

Kemenangan Madrid di laga itu terbilang fenomenal karena membawa Madrid menjuarai Liga Champions ke-10 kalinya atau disebut La Decima. Modric menganggap kemenangan itu membawa perubahan besar.

"Tim-tim lain kembali takut pada kami setelah gelar juara tahun 2014 itu," kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA