Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tiga Raksasa Eropa Lolos 16 Besar Liga Champions

Jumat 08 Nov 2019 01:02 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Para pemain Paris Saint Germain merayakan kemenangan melawan Club Brugge dalam ajang Liga Champions. Pada laga yang berlangsung di di Stadion Parc des Princes, Kamis (7/11) dini hari WIB tersebut, PSG berhasil menang tipis 1-0 atas Club Brugge.

Para pemain Paris Saint Germain merayakan kemenangan melawan Club Brugge dalam ajang Liga Champions. Pada laga yang berlangsung di di Stadion Parc des Princes, Kamis (7/11) dini hari WIB tersebut, PSG berhasil menang tipis 1-0 atas Club Brugge.

Foto: IAN LANGSDON/EPA
PSG, Juventus, dan Bayern Muenchen lolos dengan menyisakan dua laga lagi.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Tiga klub raksasa memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions, usai menumbang lawan masing-masing di matchday ke-4 fase grup, Kamis (7/11). Tiga klub tersebut adalah Paris Saint-Germain (PSG), Juventus, dan Bayern Muenchen, dengan sisa dua laga lagi.

Di Paris, PSG harus susah payah menumbangkan Club Brugge. PSG hanya mampu menang tipis 1-0 lewat gol dari Mauro Icardi di babak pertama. Hasil ini membuat PSG tak lagi terkejar dengan tim peringkat tiga dan empat di Grup A, dengan koleksi 12 poin. Hanya Real Madrid yang bisa menggeser PSG usai menang telah 6-0 atas Galatasaray.

Namun, pelatih PSG Thomas Tuchel mengaku kemenangan itu tak diraih timnya dengan mudah. Menurutnya, Club Brugge merupakan tim yang baru kalah dua kali dalam 25 pertandingan musim ini. Selain itu, Brugge juga bermain tanpa beban dan mengawali laga dengan baik. Ditambah lagi, lanjut dia, pemainnya tampil terlalu terbuka di Parc des Princes. ''Tapi perlahan kami dapat mengontrol pertandingan dan saya menyukainya,'' ujar Tuchel, dikutip dari laman resmi PSG, Kamis (7/11).

Walaupun, Tuchel mengatakan kalau skuatnya beberapa kali melewatkan kesempatan untuk melakukan serangan balik di babak kedua. Sehingga, ia meminta para pemainnya untuk menjaga keunggulan 1-0 untuk memastikan lolos ke babak 16 besar. Sebab di saat yang bersamaan, Real Madrid menggasak Galatasaray 6-0.

Selain itu, Tuchel juga melihat beberapa klub besar kesulitan menang meski bermain di kandang sendiri, seperti Liverpool dan Chelsea. Apalagi, Tuchel menuturkan kalau banyak pemainnya yang baru pulih dari cedera. Belum lagi, sebagian besar pemainnya juga terlalu banyak bermain sehingga terlihat kelelahan. ''Kami beberapa kali mudah kehilangan bola. Tapi saya tidak khawatir dengan mental para pemain,'' tegas dia.

Sama halnya dengan PSG, Juventus juga harus susah payah menyegel satu tempat di babak 16 besar usai menekuk Lokomotiv Moscow 2-1. Sempat unggul cepat melalui Aaron Ramsey, tuan rumah mampu menyamakan kedudukan lewat A Miranchuk. Si Nyonya Tua harus menunggu sampai injury time untuk bisa menang melalui aksi Douglas Costa. Hasil ini membuat Juve perkasa di Grup D dengan 10 poin.

Juve sudah tak lagi bisa dikejar oleh Bayer Leverkusen dan Lokomotiv Moscow yang sama-sama mengoleksi poin 3. Meski menang dan lolos ke babak 16 besar, pelatih Juve Maurizio Sarri mengaku tak senang.

Menurut Sarri, skuatnya tak menunjukkan performa terbaik untuk bisa menang dengan mencetak lebih dari dua gol. ''Itu bukan penampilan terbaik kami. Kami terlalu terbuka untuk banyak serangan balik dan kami tahu mereka akan memanfaatkan pendekatan ini di pertandingan,'' kata Sarri dikutip dari Football-italia.

Di Jerman, Bayern Muenchen tak terbendung meski tak punya pelatih. Namun, Muenchen harus menunggu sampai babak kedua untuk bisa mencetak gol, berkat Roebrt Lewandowski dan Ivan Perisic. Muenchen meraih hasil sempurna dengan memenangkan empat pertandingan di Grup B dan mengumpulkan 12 poin. Kalaupun kalah dalam dua pertandingan sisa, the Bavarian tak bisa lagi digapai Crvena Zvezda di peringkat tiga, yang baru mengumpulkan tiga poin.

Pelatih interim Muenchen Hansi Flick mengaku situasi timnya saat ini sedang tidak mudah, setelah baru saja ditinggalkan Niko Kovac. Karena itu, Muenchen hanya menerapkan apa yang selama ini sudah dipraktikkan di latihan. Belum lagi, Muenchen memiliki lubang di barisan belakang, dengan absennya Hernandez dan Suele, serta Boateng yang terkena kartu merah. ''Saya senang dengan penampilan (pemain). Kami menerapkan apa yang kami kerjakan saat latihan,'' jelas Flick.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA