Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Jesse Ewart Siap Habis-Habisan demi Juara Umum TdS 2019

Sabtu 09 Nov 2019 19:00 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Endro Yuwanto

Tiga pebalap Jesse Ewart (tengah), Firdaus Ahmad Yoga Ilham (kanan) dan Jamalidin Novardianto, menerima penghargaan etape kedua Tour de Singkarak (TDS) 2019, di Kawasan Jam Gadang, Bukitinggi, Sumatera Barat, Ahad (3/11/2019).

Tiga pebalap Jesse Ewart (tengah), Firdaus Ahmad Yoga Ilham (kanan) dan Jamalidin Novardianto, menerima penghargaan etape kedua Tour de Singkarak (TDS) 2019, di Kawasan Jam Gadang, Bukitinggi, Sumatera Barat, Ahad (3/11/2019).

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Ewart adalah juara umum Tour de Singkarak 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, PAINAN -- Pembalap Australia Jesse Ewart optimistis dapat mengunci gelar juara umum di Tour de Singkarak (TdS) 2019. Hingga etape delapan, Ewart masih memimpin klasemen individu pembalap dengan catatan waktu total 31 jam 49 menit 18 detik.

Saingan Ewart di tabel klasemen tak lain rekannya di tim Sapura, Cristian Raileanu, yang mencatatkan waktu total 31 jam 51 menit 01 detik. Di urutan tiga klasemen ada Mirsamad Pourseyedi dari tim Omidnia Mashhad Team dari Iran dengan catatan waktu total 31 jam 53 menit 21 detik.

"Saya senang bisa bertahan di puncak klasemen sampai etape delapan. Besok saya akan fight demi mempertahankan juara," kata Ewart di Ruang Terbuka Hijau, Painan, Pesisir Selatan, Sabtu (9/11).

Ewart memimpin klasemen individu pembalap sejak ia memenangkan etape I pekan lalu. Ia bukanlah wajah baru bagi TdS. Pembalap 25 tahun tersebut adalah juara umum TdS 2018.

Etape terakhir yang akan dihadapi pembalap TdS 2019 adalah etape IX yakni dari Pantai Carocok, Painan menuju Kota Padang, Ahad (10/11).

Hari ini di etape VIII, Eward mengamankan podium ketiga di belakang pembalap sepeda dari tim PGN Road Cycling Jamalidin Novardianto dan pembalap Filipina Rustom Lim dari tim 7 Eleven Cliqq.
 
Etape delapan ini melintasi Provinsi Jambi dan Sumatra Barat (Sumbar), yakni mengambil start dari Kota Sungai Penuh Jambi dan finis di Kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Ewart nyaris tak dapat berkata-kata untuk mengomentari keindahan alam yang disajikan Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Beberapa kilometer lepas dari start, para pembalap melintasi kawasan kebun teh dengan latar belakang Gunung Kerinci. Setelah itu pembalap menanjak di perbukitan yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang sarat dengan banyak tikungan. Begitu juga saat mulai turun ketika sudah mendekati perbatasan Jambi dengan Sumbar.

"Lintasan ini cukup panjang dan membuat kami harus berusaha keras. Tapi pemandangannya indah sekali," jelas Ewart.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA