Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Tiket Persib Kontra Arema Sudah Habis pada H-2

Selasa 12 Nov 2019 07:49 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah

General Coordinator Panpel Persib, Budi Bram Rachman di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (30/10).

General Coordinator Panpel Persib, Budi Bram Rachman di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (30/10).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Panpel menyiapakan 3.200 personel untuk mengamankan pertandingan Persib vs Arema.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung akan menjamu Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (11/11). Ini laga tunda pekan ke-21 dan menjadi bigmatch satu-satunya Persib di kandang sendiri. 

Baca Juga

General Coordinator Panitia Pelaksana Pertandingan Persib Bandung, Budi Bram Rachman menyebut tiket pertandingan sudah habis terjual sejak dua hari sebelum pertandingan. "Ini jadi pertandingan yang paling ditunggu karena memang bigmatch. Beberapa pertandingan bigmatch sebelumnya tidak bisa digelar di Bandung," kata Bram di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Senin (11/11).

Panpel menyiapakan 3.200 personel untuk mengamankan pertandingan Persib vs Arema. Antusiasme Bobotoh yang tinggi menjadi salah satu alasan panpel untuk menambah jumlah personel. 

"Kalau untuk masalah jumlah personel pengamanan itu wewenang kepolisian. Jumlah tersebut untuk empat ring," kata Bram. 

Di sisi lain, panpel pun memberi pengamanan lebih untuk tim tamu. Hal tersebut dilakukan guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. 

"Mulai dari penjemputan sudah kami lakukan. Kami berkaca dari beberapa pertandingan di luar, kami tidak ingin terjadi di Bandung," katanya. 

Bram juga mengimbau Bobotoh untuk santun dalam menjamu Arema. Termasuk tidak memaksakan diri datang ke stadion walaupun tidak memiliki tiket. 

"Kami meminta untuk setiap distrik yang jauh dari stadion untuk membuat nonton bareng. Di dalam dan di luar lapangan juga harus dihindari tindakan provokasi," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA