Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Penerapan VAR di Liga Inggris masih Diperdebatkan

Selasa 12 Nov 2019 21:13 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Bayu Hermawan

[ilustrasi] Wasit mengecek video assistant referee (VAR) dalam sebuah laga.

[ilustrasi] Wasit mengecek video assistant referee (VAR) dalam sebuah laga.

Foto: EPA/Friedemann Vogel
Penerapan VAR di sejumlah pertandingan Lga Inggris menuai kontroversi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerapan Video Assistant Referee atau yang lebih dikenal dengan VAR di Liga Primer Inggris masih menjadi sorotan. Tak sedikit keputusan VAR menimbulkan kontroversi, salah satunya saat pertandingan antara Liverpool melawan Machester City pada Ahad (10/11) lalu.

Pasalnya, kekalahan 1-3 City atas The Reds ditengarai sebagai biang keladinya. Pelatih City, Pep Guardiola dibuat geram pada kepemimpinan wasit pemimpin laga, Michael Oliver karena menyatakan tak ada pelanggaran handsball yang dilakukan penggawa Liverpool.  Penanggungjawab VAR di Liga Primer Inggris, Neil Swarbrick justru memberi penilaian 7/10 soal penerapan VAR di sepakbola tanah Tiga Singa. Ia meminta seluruh fans untuk bersabar setelah kontroversi yang timbul dalam laga akhir pekan lalu.

"Saya sangat puas, jujur, dengan apa yang kami mulai. Saya memberi nilai tujuh (dalam penerapan VAR)," katanya dalam laman BBC Sports.

Setelah VAR diujicoba pada kompetisi Piala Carabao dan Piala FA, beberapa pihak masih menganggap teknologi yang pada prinsipnya membantu kinerja wasit itu dianggap inkonsisten dan mengurangi keseruan sebuah pertandingan.  Ia menegaskan, terbuka bagi segala kritik tentang penggunaan VAR, dan memastikan pembenahan segala kekurangan yang terjadi. Menurutnya, tingkat akurasi keputusan wasit yang semula 82 persen, meningkat hingga 90 persen setelah VAR mulai diaplikasikan.

"Jika ini dikembangkan, saya akan memberi nilai 8,5 sampai 9. Saya masih yakin dengan penerapan yang sekarang, namun selalu ada ruang untuk perkembangan," ucapnya.

Swarbrick pun sudah mendengar saran dari pundit BBC Sports, Gary Lineker yang meminta batas waktu VAR saat digunakan untuk asistensi pengambilan keputusan wasit dalam satu momen. Namun, ia menolak saran itu agar segera diaplikasikan dalam pertandingan.

"Saya mengerti ucapannya, tapi bagaimana jika keputusan baru bisa diambil jika sudah lewat dua detik (dari batasnya)?" ujar dia.

Dalam statistik yang dirangkum BBC, tercatat ada 800 pengecekan oleh VAR dari 12 pekan Liga Primer. Sebanyak 29 di antaranya, menghasilkan keputusan yang berlawanan dari indikasi awal. Waktu pengecekan memakan 30 detik rata-rata waktu pengecekan. Jika keputusan berlawanan dengan indikasi wasit, rata-rata pemeriksaannya selama satu menit 15 detik.

Menanggapi debat yang terjadi di forum diskusi dan media sosial, Swarbrick menyatakan tak mudah menjadi ofisial yang bertanggungjawab teknis di lapangan. "Sulit diungkapkan dengan kata-kata bekerja dengan VAR di bawah tekanan. Bahkan saat mengajak awak media untuk mencobanya, mereka juga bilang itu tidak mudah," katanya.

Ketika masih berkarier sebagai wasit, ia pun sangat merasakan kritikan dari segala penjuru. Baginya, protes dari pihak luar merupakan bagian dari dunia kerja seorang wasit, dan ia menganggap hal itu alamiah.

Di sisi lain, mantan striker Chelsea, Chris Sutton mempertanyakan performa VAR di atas rumput. Ia mengatakan, masih banyak kesalahan besar dan masih jauh bagi teknologi VAR dikatakan sukses.

"(Mendapat) nilai 7 dari 10? Ayolah, apakah mereka serius. Ada banyak kekeliruan yang parah, mereka pasti salah mengatakan itu," kata dia.

Hal senada disampaikan mantan bek Manchester CIty, Micah Richards yang menilai penanggungjawab VAR masih terdominasi oleh teknologi yang belum paripurna.  "Ini tak bisa diaplikasikan ketika wasit hanya melihat layar. Masalah yang ada lebih besar dari itu, mereka terus melakukan kesalahan yang lebih besar dan harus segera dihentikan," ujar dia.

Kritik pedas juga disampaikan mantan kiper tim nasional Inggris, Paul Robinson yang menyebut VAR adalah bencana yang belum ditanggulangi. Ia memerhatikan, wasit justru ketergantungan sebuah alat untuk menentukan keputusan.

"Ini adalah kekacauan sejak awal. Kalaupun ada wasit unggulan yang menggunakan VAR, apakah keputusannya akan otomatis benar?" katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA