Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Beragam Tuntutan Pesepak Bola Wanita di Spanyol

Selasa 19 Nov 2019 05:37 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Citra Listya Rini

Dunia sepak bola wanita mulai popular belakangan ini (ilustrasi).

Dunia sepak bola wanita mulai popular belakangan ini (ilustrasi).

AFE mendesak sejumlah pihak meningkatkan upah para pesepak bola wanita.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID  —  Pekan kesembilan Divisi Utama sepak bola wanita di Spanyol, Primera Iberdrola, mengalami penundaan. Delapan laga yang mempertemukan 16 peserta kompetisi tersebut bakal digelar pada Sabtu dan Ahad, (16-17/11) waktu setempat terpaksa ditunda. 

Penundaan laga karena adanya aksi mogok yang dilakukan para pesepak bola wanita pada sepanjang akhir pekan lalu. Ini merupakan aksi mogok pertama yang dilakukan pemain sejak Divisi Utama sepak bola wanita mulai digelar pada 1988 silam. Aksi mogok ini merupakan buntut dari belum tercapainya kesepakatan bersama antara berbai pihak terkait peningkatan upah dan perbaikan kondisi kerja para pesepak bola wanita di Negeri Matador. 

Aksi mogok ini didukung 93 persen pemain yang memperkuat 16 klub peserta kompetisi Primera Iberdrola, dan didukung sepenuhnya oleh Asosiasi Pesepak Bola Spanyol (AFE).

''Dengan tidak ada kesepakatan yang tercapai, maka rencana aksi mogok di Divisi Utama yang mulai digelar pada 16 dan 17 November akan kami laksanakan hingga batas waktu yang belum ditentukan,'’ kata Wakil Ketua Komite Sepak Bola Putri AFE, Ainho Tirapu, seperti dikutip Reuters, Senin (18/11).

Selain itu, dalam pernyataan resmi terbarunya, AFE juga mengunggah video yang berisi pernyataan dari sejumlah pesepak bola wanita ternama di Spanyol, termasuk gelandang tim wanita Atletico Madrid, Silvia Meseguer. Dalam video tersebut, para pemain menyebut, aksi mogok ini dilakukan untuk kepentingan para mantan pesepak bola wanita, para pemain yang saat ini masih menjalani karier profesional, dan generasi mendatang yang akan menggantikan posisi mereka.

Dalam tuntutannya, AFE mendesak sejumlah pihak, terutama Asosiasi Sepak Bola Klub Wanita Spanyol (ACFF), dan otoritas penyelenggara Primera Iberdola, untuk meningkatkan upah para pesepak bola wanita. Pada saat ini, para pesepak bola wanita hanya mendapatkan bayaran terendah sebesar delapan ribu euro per tahun untuk pemain dengan kontrak part-time

AFE berharap, upah terendah pesepak bola wanita bisa ditingkatkan minimal 16 ribu euro per tahun untuk pemain yang dikontrak secara penuh (full-time contract), dan 12 ribu euro untuk part time contract. Tidak hanya itu, AFE juga berharap, para pemain tidak lagi dikontrak secara paruh waktu, tapi sebagai pemain profesional. 

Selain itu, para pemain juga menuntut adanya paket tunjangan melahirkan dan kepastian mendapatkan tunjangan saat mengalami cedera. ''Saat ini, para pesepak bola wanita menjadi satu-satunya pekerja yang tidak mendapatkan jaminan atas pekerjaan mereka. Berbeda dengan kolega mereka (para pesepak bola pria). Pada abad ke-21, hal ini rasanya tidak bisa diterima,'' tulis pernyataan resmi AFE.

Sebenarnya, berbagai upaya dialog dan perundingan telah dilakukan oleh AFE, ACFF, dan Otoritas Penyelenggara Primera Iberdrola. Bahkan, pada awal bulan ini, perundingan itu sempat dimediasi oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), dan Kementerian Pekerjaan Spanyol. Namun, hingga kini, perundingan tersebut terus mengalami jalan buntu dan tidak pernah mencapai kata sepakat.

Hambatan utama dalam perundingan tersebut adalah keengganan ACFF untuk menerima semua tuntutan AFE. ACFF bersikeras, upah pemain dengan kontrak part-time tidak bisa melebih 50 persen dari gaji pemain dengan kontrak full-time. Artinya. ACFF hanya mau membayar rata-rata gaji pesepak bola wanita dengan besaran hanya delapan ribu euro per tahun.

Tidak hanya itu, ACFF juga kabarnya enggan mengubah sistem pembedaan kontrak dalam merekrut pemain. Perubahan ini dianggap bisa membebani keuangan klub dengan besaran gaji para pemain. Namun, terlepas dari kebuntuan di perundingan tersebut, aksi mogok pemain ini sebenarnya justru dinilai berdampak buruk terhadap perkembangan sepak bola wanita, terutama di Spanyol.

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, popularitas sepak bola wanita di Spanyol sudah mulai meningkat. Pada Maret lalu, laga tim Barcelona wanita kontra Atletico Madrid wanita dihadiri lebih dari 60 ribu penonton. Ini merupakan rekor penonton terbanyak sebuah pertandingan klub sepak bola wanita di seluruh dunia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA