Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

MotoGP 2020: Menanti Duel Marquez Bersaudara

Selasa 19 Nov 2019 17:14 WIB

Red: Andri Saubani

Alex Marquez (kiri) dan Marc Marquez.

Alex Marquez (kiri) dan Marc Marquez.

Foto: EPA-EFE/Kai Foersterling
Repsol Honda memutuskan memilih Alex Marquez untuk menggantikan Jorge Lorenzo.

REPUBLIKA.CO.ID, Juara dunia Moto2 Alex Marquez baru saja mendapat mandat untuk mengisi kekosongan bangku pembalap di tim Repsol Honda untuk musim MotoGP 2020. Alex  akan bermitra dengan sang kakak, Marc Marquez.

Tim Repsol Honda musim depan akan diperkuat pasangan kakak dan adik itu setelah Honda pada Senin (19/11) memutuskan untuk memilih Alex, dari tiga kandidat yang ada, pascapensiunnya Jorge Lorenzo. Pembalap berusia 23 tahun itu meraih gelar di Moto2 tahun ini, yang merupakan gelar keduanya setelah berjaya di Moto3 pada 2014, sedangkan Marc (26) membawa pulang gelar juara dunia MotoGP keenam kalinya.

Alex dan Marc menjadi satu-satunya pasangan saudara yang pernah meraih titel juara dunia dalam 70 tahun sejarah Kejuaraan Dunia MotoGP. Beberapa yang lain telah mencoba dan memenangi Grand Prix, namun belum pernah meraih gelar juara dunia.

Baca Juga


Seperti misalnya Felice Agostinia, adik dari juara dunia 15 kali Giacomo, finis peringkat kedelapan di balapan 250cc pada Grand Prix Nations 1975 di Imola. Scott Doohan finis P12 di kelas 500cc membawa motor Harris Yamaha di GP Australia 1994 yang digelar di Eastern Creek. Saudaranya, Mick finis ketiga di seri pembuka tersebut di tahun di mana ia meraih gelar juara dunia 500cc pertamanya, demikian laman resmi MotoGP.

Kemudian dari keluarga Roberts, Kenny Junior merupakan juara dunia 500cc pada 2000. Kurtis, sang adik turun balapan di kelas premier bersama tim yang dimiliki ayahnya, namun hasil terbaik si anak bungsu keluarga Robert itu hanyalah finis P12 di GP Jerman 2007.

Keluarga Sarron dari Prancis juga menikmati gelar juara dunia lewat Christian yang menang enam Grand Prix 250cc dan berjaya pada musim balapan 1984 meski belum mampu menandingi capaian keluarga Marquez. Christian naik kasta ke seri 500cc dan memenangi GP Jerman 1985 di Hockenheim. Sang adik, Dominique menang empat seri balapan 250cc dan finis peringkat tiga di klasemen 1988.

Tiga saudara kandung keluarga Aoki dari Jepang juga memiliki catatan di kejuaraan. Si bungsu Haruchika merupakan juara dunia 125cc pada 1995 dan 1996. Sementara si sulung, Nobuatsu hanya pernah menang satu kali di GP Malaysia di kelas 250cc pada 1993.

Sementara itu, Takuma nyaris menang di balapan 500cc GP Australia pada 1997 di Phillip Island jika saja Alex Criville tak menyentuh garis finis pertama dua detik lebih awal. Juara dunia sembilan kali Valentino Rossi juga mendapati saudara tirinya, Luca Marini meraih kesuksesan di ajang Moto2, meski belum pernah meraih gelar juara dunia.

Pol dan Aleix Espargaro telah bertarung bersama di kelas premier dalam beberapa tahun terakhir. Sang adik Pol merupakan juara 15 seri di kelas 125cc dan Moto2 serta juara dunia Moto2 pada 2013 sebelum hijrah ke MotoGP di tahun berikutnya menyusul sang kakak.

Aleix sementara itu belum pernah memenangi satu pun Grand Prix, namun pernah mengemas sejumlah posisi pole dan finis podium di MotoGP. Pebalap Afrika Selatan Brad Binder naik ke kelas premier bersama KTM setelah finis runner-up di klasemen Moto2 tahun ini. Sementara sang adik, Darryn berlaga di kelas Moto3.

Membalap bersama di MotoGP adalah mimpi yang terwujud bagi keluarga Marquez. Tetapi, Marc mengaku senang sekaligus mengalami dilema.

"Pikiranku di satu sisi mengatakan jika ini adalah mimpi yang luar biasa, di sisi lain jika saya boleh jujur saya lebih memilih adik saya berada di tim lain karena dia akan benar-benar mandiri. Tapi Honda mempertimbangkan jika seorang juara dunia Moto2 bisa menjadi rekan satu timmu. Mereka bertanya kepada saya apakah itu bisa diterima, dan saya mengiyakan. Tentu saja, saya tak akan bilang tidak untuk adik saya," ungkap Marc.

Kini, keduanya akan memusatkan perhatian dan energi mereka untuk memenangi gelar juara dunia musim depan. Akan menarik menyaksikan bagaimana ketatnya persaingan kasta teratas kejuaraan balap motor itu menguji batas sang adik dan kakak tahun depan.

Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig menampik gosip yang menyebutkan rekrutmen Alex dilakukan agar proses perpanjangan kontrak dengan Marc Marquez yang habis pada 2020 dapat berjalan mulus. Ia menegaskan, tak ada campur tangan Marc Marquez dalam pengambilan keputusan tim mendatangkan adiknya bergabung bersama pabrikan asal Honda tersebut. Saat menawari posisi pembalap pada Alex, Puig hanya berbicara dengan manajer pribadinya, Emilio Alzamora.

"Keputusan ini diambil setelah kabar pensiunnya Jorge (Lorenzo). Kami berpikir keras dan memutuskan di jam-jam terakhir," kata Puig.

"Saya nyatakan Marc tidak terlibat dalam hal ini. Tentu saja jika saudaranya bergabung dalam tim yang sama, ia mungkin akan bahagia. Itu normal," kata Puig menambahkan.

photo
Alex Marquez

 

sumber : Antara/Muhammad Ikhwanuddin
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA