Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Inafootball Gelar Turnamen Sepak Bola 7 Lawan 7

Selasa 19 Nov 2019 18:27 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Managing Director Inafootball Suhendra Marzuki (kedua kanan) dalam konferensi pers turnamen sepak bola tujuh lawan tujuh Jakarta Seven Soccer (J7S) di Jakarta, Selasa (19/11).

Managing Director Inafootball Suhendra Marzuki (kedua kanan) dalam konferensi pers turnamen sepak bola tujuh lawan tujuh Jakarta Seven Soccer (J7S) di Jakarta, Selasa (19/11).

Foto: REPUBLIKA/Afrizal Rosikhul Ilmi
Jakarta Seven Soccer 2019 yang digelar Inafootball diikuti 36 tim dari empat negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan yang bergerak di bidang sports travel dan pengembangan sepak bola usia muda Indonesia, Inafootball akan menggelar Jakarta Seven Soccer (J7S), turnamen sepak bola internasional usia muda tujuh lawan tujuh (7v7) pertama di Indonesia. Turnamen tersebut akan diikuti oleh 36 tim dari empat negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Vietnam yang akan digelar di Persija Academy Football Field (PAFF), Jakarta Timur pada 23-24 November.

Managing Director Inafootball, Suhendra Marzuki mengungkapkan tujuan mengadakan J7S dilatarbelakangi oleh pengalamannya setiap mengikuti turnamen serupa di luar negeri. Suhendra melihat di beberapa turnamen tersebut banyak kontestan yang berasal dari Indonesia, sementara biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti turnamen tersebut tidaklah murah. Suhendra menyebut setiap tim usia muda harus mengeluarkan rata-rata mencapai ratusan juta rupiah. Sebab itu, Inafootball berinisiatif menyelenggarakan J7S untuk pertama kalinya.

"Ini adalah sebuah ide untuk bisa membantu tim-tim sepak bola usia muda Indonesia untuk bisa bersaing di laga internasional karena tidak semua tim yang saya lihat mampu untuk berangkat ke luar negeri," kata Hendra kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/11).

Turnamen J7S menawarkan sebuah tantangan dan suasana baru untuk para tim yang menaungi pemain muda. Apalagi, Indonesia belum pernah memiliki helatan turnamen sepak bola Indonesia usia muda internasional dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. J7S ingin para pemain muda yang berlaga bisa merasakan atmosfer dan persaingan ketat melawan tim yang berasal dari berbagai negara. Tak hanya itu, ajang J7S juga dimaksudkan untuk menjalin persahabatan antarnegara melalui sepak bola. Suhendra juga berharap turnamen tahunan ini dapat memberikan kontribusi terkait percepatan pembangunan sepak bola Indonesia sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019.

"Selain itu kegiatan ini bisa menjadi kegiatan tahunan di kota Jakarta, agar memiliki sebuah kegiatan pembinaan sepal bola usia muda tingkat internasional yang apresiatif, menjadi sebuah signature event berkonsep sport tourism bergengsi, dan menjadi daya tarik bagi wisatawan internasional untuk mengunjungi Indonesia," kata Hendra.

J7S 2019 akan diikuti oleh tiga kategori usia, yakni U-10, U-12 dan U-14, masing-masing memiliki kuota 16-20 tim yang terdiri dari tim lokal dan internasional dengan total 36 tim. Berbeda dengan turnamen pada umumnya, J7S 2019 akan menggunakan format pertandingan yang berbeda, dimana tim akan memiliki lawan yang lebih seimbang setelah melalui babak kualifikasi grup. Nantinya, semua tim juga akan merasakan babak semifinal. Juara grup akan saling berhadapan di semifinal gold, runner up di semifinal silver, peringkat ketiga di semifinal bronze, peringkat keempat di semifinal plates dan kelima di semifinal steal. Format tersebut dinilai lebih efektif diimplementasikan untuk perkembangan tim sepak bola usia muda.

"Semua memiliki kesempatan bermain dengan jumlah pertandingan yang sama kepada semua tim di kategori usia yang sama. Jadi mereka semua akan merasakan semifinal, akan mendapat medali dan sertifikat," kata Hendra.

Sementara itu, Komisi Wasit Asprov Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) DKI Jakarta, Novri Ihsan mengatakan PSSI mendukung penyelenggaraan J7S 2019 tersebut. Menurutnya, kompetisi seperti itu sangat diperlukan untuk membina usia muda. Terlebih, para pemain akan berhadapan dengan tim dari luar negeri. Novri mengklaim PSSI mendukung acara tersebut dengan memberikan rekomendasi. Novri berharap ajang tersebut bisa digelar setiap tahun.

"Selain rekomendasi, PSSI juga memberikan perangkat pertandingan, rata-rata wasit yang mendukung Elite Pro Academy (EPA)," kata Novri.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA