Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

LGI: Ketua PSSI Perlu Serius Tanggapi Boikot Menonton

Ahad 17 Nov 2019 20:40 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanudin/ Red: Yudha Manggala P Putra

Suporter timnas Indonesia. Ilustrasi

Suporter timnas Indonesia. Ilustrasi

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Aksi boikot sebagian suporter seti untuk mengkritik performa Timnas Senior Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu pendiri suporter setia timnas Indonesia, La Grande Indonesia (LGI), Benediktus Arden menyatakan aksi boikot menonton saat laga kontra Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11) lalu perlu jadi perhatian. Terutama dari Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Ia mengapresiasi langkah federasi yang memecat Simon McMenemy dari kursi kepelatihan setelah performa timnas senior menurun dalam beberapa bulan terakhir.

"Cuma ketika ada suporter yang boikot (menonton) berarti harus ada yg dibenahi. Sedangkan ketua kita Pak Iwan sudah punya program 2019-2020 apakah ada keseriusan menanggapi hal ini," katanya saat dihubungi Republika, Ahad (17/11).

Menurutnya, aksi boikot menonton yang dilakukan suporter memang ditujukan untuk mengritik performa timnas senior. Pasalnya di babak kualifikasi Piala Dunia 2022, Indonesia belum sekalipun meraih kemenangan.

Sedangkan untuk timnas junior, ia menyatakan para suporter perlu menjaga semangat pemain Garuda Muda karena performanya sedang meningkat. "Kalau memboikot memang tepatnya untuk yang senior. Itu bukan tidak cinta tapi memberikan efek lain untuk PSSI," ujarnya.

Sebelumnya, Aliansi Suporter Indonesia Malaysia (ASIM) menegaskan memboikot pertandingan Malaysia kontra Indonesia pada matchday kelima Grup G Pra-Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Ketua ASIM, Luki Ardianto mengemukakan hal itu dengan didampingi pengurus Mahfud Tejani di Kuala Lumpur, Sabtu setelah melakukan perundingan dengan rekan-rekan sesama suporter di Malaysia.

"Sikap kami sesuai dengan kesepakatan teman-teman saat kopi darat pada pertengahan Oktober memutuskan tidak masuk ke tribun atau bisa disebut juga boikot, tetapi teman-teman akan tetap hadir di Bukit Jalil untuk menyuarakan aksi ketidakpuasan terhadap Federasi PSSI," ujar Luki seperti dikutip Antara.

Luki menyatakan, ketidakpuasan tersebut seperti berangkat dari jadwal liga yang berantakan, dan masih banyaknya orang lama dalam kepengurusan baru PSSI. Padahal, orang-orang lama itu dianggap telah gagal pada periode sebelumnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA