Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Lima Pembelian Terburuk Arsenal Sepanjang Masa

Rabu 20 Nov 2019 04:58 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Bayu Hermawan

logo arsenal

logo arsenal

Foto: www.arsenal.com
Arsenal pernah mendatangkan pemain yang dianggap sebagai pembelian gagal.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Arsenal memang bukan tim yang begitu royal seperti Manchester United (MU), Manchester City, dan Chelsea untuk mendatangkan para pemain bintang. Meski demikian, bukan berarti the Gunners tak mampu mengorbitkan beberap seniman sepak bola terbaik di jagat bumi.

Nama-nama seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Emmanuel Petit, Patrick Viera, dan Marc Overmas merupakan pesepak bola dengan pamor mengkilap ketika berseragam Meriam London. Namun, resiko selalu ada dalam setiap keputusan seperti ketika mendatangkan pemain baru pada jendela transfer. Para pemain, yang diharapkan bersinar justru hanya menjadi penghangat bangku cadangan.

Berikut lima pemain terburuk yang pernah didatangkan Arsenal sebagaimana dilansir Sportkeeda, Selasa (19/11) :

1. Igors Stepanovs

Arsenal telah membuat banyak penandatanganan yang buruk tetapi tidak ada yang mendapatkan banyak cemoohan selama bertahun-tahun seperti pembelian 1,35 juta pounds untuk bek tengah Latvia Igors Stepanovs pada 2000.

Stepanovs didatangkan ke Stadion Highbury untuk menggantikan peran Tony Adams yang cedera, tetapi setelah beberapa penampilan yang buruk, membuat para suporter kecewa dan mendesak klub untuk segera mencari pemain lain.

Selama berada di Highbury, Stepanovs hanya tampil 17 kali di Liga Primer Inggris, dan hanya bermain 31 kali untuk klub secara keseluruhan.

2. Marouane Chamakh

Pada awal 2010/2011 pemain asal Maroko didatangkan secara free transfer dari Bordeaux. Chamakh telah mencetak total 32 gol di dua musim bersama klub asal Prancis, dan memiliki kemiripan fisik dengan Cristiano Ronaldo. Tetapi sayangnya para penggemar the Gunners, mengklaim kehebatannya di lapangan sama sekali tak mendekati keahlian superstar asal Portugal.

Chamakh memainkan peran cameo yang mengesankan pada Oktober 2012, ia mencetak dua gol sebagai pemain pengganti dalam kemenangan luar biasa Meriam London 7-5 atas Reading di Piala Liga.

Namun, ia terus mendapat tekanan dari para suporter yang terlihat kurang puas dengan performanya, dan menjadi bukti kepada manajemen apabila mereka tak akan pernah memenangkan gelar juara dengan pemain gratisan.

3. Kim Kallstrom

Pamor Kim Kallstrom begitu mentereng ketika masih berseragan Olympique Lyon. Ia merupakan gelandang berkelas yang bisa beroperasi sebagai playmaker yang berposisi lebih dalam (deep-lying playmaker) dan tentunya dengan gaya yang lebih menyerang.

Dengan kemampuan yang dimiliki Kallstrom sukses mempersembahkan trofi Ligue 1 bagi Lyon. Akan tetapi sayangnya, kepindahan Kallstrom ke Arsenal tidak berjalan mulus.

Kallstrom diikat oleh Meriam London pada Januari 2014 untuk memberikan 'nyawa' di lini tengah tim, namun pemain berusia 31 tahun itu dinilai sudah melewati periode terbaik sebagai seorang pesepak bola, secara fisik, dan datang pada saat rehabilitasi cedera punggung.

Karier Kallstrom berakhir hanya lima bulan kemudian setelah hanya tampil empat kali. Alhasil, ia gagal mengikuti jejak Freddie Ljunberg pesepak bola berpaspor Swedia yang pamornya mengkilap ketika berkostum London Merah.

4. Park Chu-Young

Park Chu-Young didatangkan bersamaan dengan Per Mertesacker, Mikel Arteta, Andre Santos. Keempatnya diharapkan dapat menutup kepergian para bintang Cesc Fabregas, Gael Clichy, serta Samir Nasri.

Satu dari tiga pemain baru tersebut, menjadi perhatian khusus para fans the Gunners. Pasalnya, Park bukanlah pemain dengan rekor bagus bersama klub terdahulu AS Monaco. Ia juga bukan pemain reguler langganan timnas Korea Selatan.

Park hanya membuat enam penampilan untuk Arsenal di musim debutnya, hanya satu di Liga Premier, sebagai pemain pengganti sebelum pindah ke Celta Vigo dengan status pinjaman.

5. Amaury Bischoff

Didatangkan dari klub Bundesliga Jerman Werder Bremen sebagai status bebas transfer 2008 silam, Bischoff sama sekali tak pernah dapat memberikan penampilan terbaiknya. Hal ini wajar, karena pemain asal Prancis ini hanya diberikan kesempatan bermain sekali saja.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA