Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Data Fakta Pochettino, Pelatih yang Dipecat Tottenham

Rabu 20 Nov 2019 05:54 WIB

Red: Israr Itah

Mauricio Pochettino dipecat Tottenham Hotspur.

Mauricio Pochettino dipecat Tottenham Hotspur.

Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Serangkaian hasil buruk musim ini membuat Pochettino tak bertahan di Tottenham.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tottenham Hotspur mengambil keputusan memecat Mauricio Pochettino dari kursi pelatih. Keputusan ini diumumkan Tottenham pada Rabu (20/11) dini hari WIB. Serangkaian hasil buruk musim ini membuat Pochettino tak bertahan di Tottenham, meskipun musim lalu ia membawa Spurs ke final Liga Champions.

Baca Juga

Pria 47 tahun ini lahir di Murphy, Santa Fe, Argentina pada 2 Maret 1972. Ia memulai karier sebagai bek tengah di klub Newell's Old Boys pada 1988 dengan debut pada usia 16 tahun. Tiga tahun berselang, Poch meraih trofi pertama ketika Newell dinobatkan sebagai juara Divisi Primera Argentina.

Klub Spanyol Espanyol menggaetnya pada tahun 1994. Di sana, Poch membuat lebih dari 200 penampilan dan memenangkan Copa del Rey sebelum bergabung dengan Paris Saint-Germain pada 2000. Ia kemudian meninggalkan PSG menuju Bordeaux pada 2003, tapi kemudian dipinjamkan ke Espanyol pada paruh kedua musim. Ia kemudian kembali bergabung dengan Espanyol secara permanen pada akhir musim dan memenangkan Copa del Rey kedua pada 2006 sebelum pensiun pada usia 34 tahun.

Di timnas Argentina, Poch membuat debut pada 1999 dan menghasilkan 20 caps. Ia bermain di Piala Dunia 2002, di mana ia membuat kesalahan yang berujung penalti untuk Inggris yang kemudian dicetak David Beckham. Argentina kalah 0-1 pada laga penyisihan ini

Espanyol

Setelah pensiun pada pertengahan 2006, Poch mengambil lisensi kepelatihannya dan bertugas sebagai asisten manajer tim wanita Espanyol. Pada Januari 2009 dalam usia 36 tahun, ​​ia memimpin Espanyol yang berada di peringkat ketiga terbawah dan membawa mereka ke urutan ke-10 di La Liga.

Espanyol berakhir di papan tengah selama dua musim berikutnya, nyaris lolos kualifikasi ke Liga Europa pada 2011 setelah sepanjang musim berada di lima besar. Meskipun mereka tergelincir ke posisi 14 musim berikutnya, Poch menjadi manajer terlama keempat mereka, setelah mengembangkan reputasi untuk mempromosikan pemain muda akademi.

Pada awal musim 2012-13, Pochettino menyatakan keprihatinan tentang situasi keuangan klub, dan dengan posisi tim terbawah La Liga, ia pergi dengan persetujuan bersama pada November 2012.

Southampton

Pochettino menggantikan Nigel Adkins sebagai manajer Southampton di Liga Primer Inggris pada Januari 2013. Klub pantai selatan ini tampak akan merangkak setelah promosi musim sebelumnya.

Meskipun relatif tidak dikenal di Inggris, Pochettino membawa the Saints finis di urutan 14 setelah mengadopsi gaya permainan menekan tinggi dan menyerang.

Ia melanjutkan filosofinya dalam mengembangkan bakat muda Inggris dengan bek kiri Luke Shaw menyita perhatian pada usia 18 tahun. Pemain seperti Adam Lallana dan Jay Rodriguez juga berkembang di bawahnya.

Setelah awal yang solid untuk musim 2013-14, Pochettino memimpin Southampton ke urutan kedelapan, pencapaian tertinggi mereka di Liga Primer Inggris.

Dengan satu tahun tersisa pada kontraknya dan ketidakpastian seputar masa depan para pemain kunci, seperti pemain internasional Inggris Shaw dan Lallana, Pochettino memutuskan untuk bergabung dengan Tottenham Hotspur.. Ia menjadi pria Argentina kedua yang mengelola klub setelah Osvaldo Ardiles.

Tottenham Hotspur

Pochettino ditunjuk sebagai pelatih kepala Spurs dengan kontrak lima tahun pada musim 2014-15 menggantikan Tim Sherwood. Dia menjadi manajer ke-10 Tottenham sejak 2001 di bawah pimpinan Daniel Levy.

Spurs finis kelima pada musim pertamanya dan mencapai final Piala Liga. Mereka kemudian bertarung dengan Leicester City untuk berebut gelar juara pada musim 2015-16 yang akhirnya dimenangkan The Foxes. Tottenham akhirnya finis ketiga untuk mengklaim tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2010-11.

Pochettino terus membina para pemain muda seperti Harry Kane, Dele Alli, Eric Dier, Danny Rose, Kieran Trippier, dan Harry Winks. Semuanya berkembang di klub dan dengan Inggris.

Ia menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun pada Mei 2016 dan Tottenham mempertahankan posisi mereka di atas, finis kedua dan ketiga lagi selama dua musim berikut serta mencapai 16 besar Liga Champions pada 2017-18.

Pochettino menandatangani kontrak lima tahun lagi pada Mei 2018 ketika Levy menaruh keyakinannya pada kemampuan sang manajer untuk membawa kesuksesan.

Meskipun beroperasi dengan anggaran transfer yang jauh lebih rendah daripada klub-klub top Eropa lainnya dan harus bermain di Wembley saat stadion baru mereka dibangun, Spurs mencapai final Liga Champions pertama mereka. Namun, Liverpool mengalahkan Tottenham 2-0 di final di Madrid.

Awal yang buruk pada musim 2019-20 dengan klub di posisi ke-14 di Liga Primer dan dipermalukan Bayern Muenchen 2-7 pada laga kandang di Liga Champions,  menyebabkan Pochettino dipecat.

sumber : REUTERS
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA