Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Gawai Jadi Hambatan Pembinaan Atlet Muda PB Djarum

Kamis 21 Nov 2019 00:03 WIB

Red: Israr Itah

Pelatih PB Djarum Fung Permadi

Pelatih PB Djarum Fung Permadi

Foto: dok
Tidak ada juga hukuman yang diberlakukan ketika ada atlet PB Djarum yang melanggar.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDURS -- Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menilai pembinaan atlet muda saat ini lebih sulit. Salah satu hambatannya adalah penggunaan gawai.

Baca Juga

“Tentu saja beda. Gadget menjadi kesulitan yang harus kita hadapi karena kita melarang juga sulit ya untuk sekarang,” kata Fung di GOR Djarum, Kudus, Rabu (20/11).

Fung mengatakan hingga saat ini masih belum ada tata tertib tertulis yang mengatur soal penggunaan gawai. Tim pelatih, menurutnya hanya memberikan imbauan kepada para atlet untuk tidak menggunakan telepon selulernya saat sesi latihan.

Dengan tidak ada aturan tertulis seperti itu, tidak ada juga hukuman yang diberlakukan ketika ada atlet PB Djarum yang melanggar.

“Sejauh ini sudah ada formal kami umumkan terutama bagi regu U-19, kami imbau untuk mengumpulkan hape. Seiring berjalannya waktu semua kelompok umur yang kecil-kecil masih nurut, tapi yang makin besar, mereka punya pemikiran sendiri,” katanya.

Meskipun sudah diimbau untuk mengumpulkan gawainya pada waktu yang ditentukan oleh tim pelatih, kata Fung, masih ada saja orang tua atlet yang dengan mudahnya membelikan anaknya dua ponsel. Ketika satu ponsel harus dikumpulkan, mereka masih bisa menggunakan ponsel lainnya.

Kondisi tersebut membuat Fung dan tim pelatih semakin sulit melarang para atlet untuk menggunakan gawainya. Maka, ia pun tetap mengizinkan pemakaian ponsel selama tidak memecah konsentrasi saat latihan.

Namun, Fung juga tidak terlalu khawatir karena timnya akan terus melakukan evaluasi dari segala aspek termasuk soal prestasi para atletnya. Fung mengungkapkan bahwa akan ada sistem degradasi terhadap atlet yang minim prestasi.

“Ada degradasi. Degradasinya ada dua aspek, yaitu soal prestasi dan attitude. Itu jadi aspek penilaian yang penting. Soal attitude, ketika berlatih tidak menunjukkan semangat tinggi, bagaimana nanti bakal meraih prestasi?” ujarnya.

Di PB Djarum, jadwal latihan dilakukan selama lima jam dalam sehari yang dibagi dalam dua sesi, meliputi sesi latihan fisik dan teknik. Namun, apabila akan menghadapi turnamen, durasi latihan akan diperpanjang sesuai dengan kebutuhan atlet yang akan bertanding.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA