Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Baru Kali Ini Spurs Merekrut Manajer Semahal Mourinho

Kamis 21 Nov 2019 05:05 WIB

Red: Andri Saubani

Jose Mourinho dan jersey Tottenham Hotspur.

Jose Mourinho dan jersey Tottenham Hotspur.

Foto: Twitter/@SpursOfficial
Spurs menunjuk Jose Mourinho setelah memecat Maurico Pochettino.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Anggoro Pramudya

Baca Juga

Lebih dari lima tahun membesut Tottenham Hotspur, perjalanan Mauricio Pochettino bersama kesebelasan asal London Utara terpaksa harus berakhir. Pasalnya, manajemen klub resmi memecat pelatih mereka dan menunjuk Jose Mourinho sebagai nakhoda baru di Stadium Tottenham Hotspur.

Rentetan hasil kurang memuaskan jadi latar belakang pemilik klub, Daniel Levy mendepak entrenador asal Argentina pada, Rabu (20/11) dini hari WIB. Levy mengaku keputusan untuk membuka pintu keluar bagi Pochettino tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Merujuk pada sumbangsih yang telah diberikan juru taktik berusia 47 tahun kepada rival setim Arsenal itu, Tottenham mampu bersaing di tiga besar Liga Primer Inggris dalam kurun waktu empat musim terakhir. Disamping, fakta nirgelar yang melekat pada diri Pochettino.

"Hasil kompetisi domestik musim lalu, serta di awal musim ini amat sangat mengecewakan. Semua keputusan berat ditanggung manajemen, tapi kami membuat keputusan ini demi kepentingan klub," jelas Levy dilansir laman resmi klub, Rabu (20/11).

Sejatinya, Pochettino mampu mengukir sejarah untuk klub yang berdiri 5 September 1882 silam ketika lolos ke final Liga Champions musim 2018/2019. Akan tetapi, performa the Lillywhites justru merosot pada kampanye kali ini. Harry Kane dan kolega seakan kesulitan bersaing dengan Liverpool, Manchester City, dan juga Chelsea di papan atas klasemen.

Untuk sementara mereka tercecer di peringkat ke-14 dengan mengemas perolehan angka 14 berkat tiga kemenangan dan lima hasil imbang. Alhasil, Tottenham terpaut 20 poin dari pemuncak klasemen Liverpool.

Selain, Pochettino staf kepelatihan yang terdiri dari Jesus Perez, Miguel D'Agostino, dan Antonio Jimenez juga harus angkat kaki dari Tottenham. Mewakili para manajemen klub, Levy memberikan ucapan terima kasih kepada bekas pelatih Espanyol, dan Southampton.

"Pochettino dan semua staf kepelatihanya akan selalu jadi bagian sejarah klub. Kami ucapkan rasa terima kasih atas perjalanan selama ini," sambung pria berkepala plontos.

Tak butuh waktu lama, Levy langsung menunjuk pelatih sarat pengalaman Jose Mourinho dengan kontrak hingga 2022/2023 mendatang. Mourinho sendiri memang berstatus tanpa klub usai didepak Manchester United Desember 2018 lalu.

Seperti pernyataan sebelumnya, sikap Tottenham yang akhirnya memilih berlabuh ke pangkuan Mourinho dari calon lain seperti Julian Nagelsmann, Carlo Ancelotti, dan Masimilliano Allegri adalah kesuksesan the Special One di Liga Primer Inggris.

Mourinho dinilai telah khatam gaya bermain kesebelasan Inggris dan tak perlu larut membuang waktu beradaptasi dengan Nagelsmann atau Allegri. Meski, kapabilitas dua pelatih itu dianggap cukup baik.

"Mourinho adalah salah satu pelatih paling sukses. Dia mempunyai pengalaman di sepak bola Inggris, bisa menginspirasi tim, dan ia merupakan juru racik (strategi) yang baik," kata Levy.


Mourinho merupakan salah satu pelatih berbakat yang telah memenangkan 25 trofi. Ia juga telah menangani banyak klub-klub besar Eropa semacam FC Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United.

Lebih lanjut, allenatore yang telah menginjak usia 56 tahun mampu menjadi salah satu dari tiga pelatih yang berhasil meraih trofi Liga Champions sebanyak dua kali dengan dua klub berbeda. Dengan demikian, target Spurs memilih Mou yakni agar ia mampu menghapus puasa gelar juara Tottenham sejak terakhir kali memenangkan Piala Liga 2007/2008.

"Saya sangat senang dan bersemangat bergabung dengan klub yang punya banyak sejarah kejayaan serta pendukung yang sangat antusias," ucap Mourinho selepas resmi menjabat sebagai pelatih utama the Lillywhites.

Kendati rekam jejaknya yang begitu mentereng, Mourinho, memiliki catatan kurang apik di dua tim terdahulu, MU dan Chelsea. Untuk keduanya, Mou dipecat ketika berada di tengah kompetisi.

Menukil dari BBC Sport, Rabu (20/11) Spurs sebelumnya tidak pernah mendatangkan seorang manajer semahal Mourinho. Bersama Si Lili Putih, Mou mendapatkan upah sebesar 13 juta pounds alias Rp 236 miliar, yang awalnya meminta nilai 20 juta pounds.

Di sisi lain, masalah transfer pemain jadi suatu hal yang harus dipikirkan oleh Daniel Levy. Sebab, Mourinho tipikal pelatih yang kerap menuntut mendatangkan pemain mahal, layaknya ketika ia berada di Madrid dan MU.

Oleh karena itu, banyak penggemar terkejut bahwa ia dipilih menukangi kursi pelatih utama Tottenham, dengan pelatih muda RB Leipzig, Julian Nagelsmann, sosok yang ideal seperti Pochettino.

Akan tetapi, Spurs telah jauh berkembang dalam segi finansial beberapa tahun terakhir. Di bawah Pochettino mereka memiliki stadion baru senilai 1 miliar pounds, dan empat musim berturut-turut jadi langgangan di Liga Champions, (bersama dengan penjualan pemain) telah membantu mereka menjadi klub paling menguntungkan dalam sepak bola dunia.

Nantinya, Mourinho langsung mengambil alih kursi kepelatihan Tottenham. Debut perdananya menangani Lucas Moura dan kolega bertemu West Ham United pada lanjutan pekan ke-13 Liga Primer Inggris yang berlangsung di London Stadium, Sabtu (23/11).

photo
Jose Mourinho

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA