Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Indonesia Kirim Atlet Obstacle Course Race ke SEA Games

Rabu 20 Nov 2019 22:37 WIB

Red: Israr Itah

Sekjen KOI Ferry Kono (kedua kanan) menyampaikan keputusan mengirim atlet untuk cabang Obstacle Course Race di SEA Games 2019..

Sekjen KOI Ferry Kono (kedua kanan) menyampaikan keputusan mengirim atlet untuk cabang Obstacle Course Race di SEA Games 2019..

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Pengiriman atlet ke cabang olahraga Obstacle Course Race tergolong mendadak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengirim satu cabang olahraga baru, yakni Obstacle Course Race atau lari halang rintang ekstrim ke SEA Games 2019 Filipina. Pengiriman atlet ke cabang olahraga Obstacle Course Race tergolong mendadak, apalagi Indonesia sudah mendaftarkan 45 cabang yang akan dipertandingkan di ajang multieven tersebut.

Baca Juga

Obstacle Course Race atau lari halang rintang ekstrim ini memadukan latihan dasar militer. Peserta harus mampu melewati segala rintangan untuk menuju garis finis.

Sekretaris Jenderal KOI Ferry Kono mengatakan, penambahan satu cabang olahraga ini bukan semata-mata tanpa alasan, namun juga mengusung misi penguatan diplomasi dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

"Ada diplomasi juga dengan negara lain. Jadi kita kirim cabang halang rintang ekstrim karena ada target medali juga," kata Ferry di Kantor Kemenpora, Rabu (20/11).

Dengan adanya penambahan cabang olahraga itu, jumlah atlet dipastikan meningkat dari 837 menjadi 841 atlet.

Disinggung mengenai anggaran, Ferry Kono mengatakan telah melewati kajian teknis.

Sementara itu, Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan penambahan cabang olahraga itu telah mempertimbangkan kemungkinan kontingen Indonesia mampu meraih medali emas. Ia menyebut Kemenpora dan KOI tidak akan serta-merta langsung mengirimkan atlet di cabang olahraga tertentu. Apabila berpotensi kuat menambah pundi-pundi emas, pemerintah akan mengikutsertakannya.

"Itu tidak semata-mata diminta oleh Filipina untuk kami kirim. Karena kami tidak mau memuluskan mereka (Filipina) meraih medali emas. Kalau ini atlet yang bersangkutan memang ada potensi untuk meraih medali," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA