Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Moreno Korban Keanehan Sepak Bola Spanyol

Kamis 21 Nov 2019 03:03 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Robert Moreno

Robert Moreno

Foto: AP
Moreno pamit pada semua anak asuhnya dengan berlinang air mata.

REPUBLIKA.CO.ID, Pada pertengahan Juni 2018, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) membuat keputusan penting. RFEF memecat pelatih Julen Lopetegui menjelang Piala Dunia di Rusia.

Selama kualifikasi, sang arsitek membuat La Roja tampil superior. Namun di menit-menit terakhir menjelang keberangkatan menuju Negeri Beruang Merah, Lopetegui membuat kesalahan. Ia menjalin komunikasi dengan Real Madrid.

Kubu RFEF merasa dikhianati secara profesional. Atas nama prinsip yang tegas, Lopetegui diberhentikan. Kejutan besar. Berita pemecatan eks entrenador FC Porto terdengar di mana-mana.

"Ada keputusan yang harus kami ambil. Ini tentang bagaimana bersikap dan beretika," kata Presiden RFEF, Luis Rubiales, dikutip dari the Guardian, beberapa saat lalu.

Piala Dunia tinggal dua hari lagi. Federasi bergerak cepat. Mereka menunjuk Fernando Hierro sebagai suksesor Julen. "Ini tantangan yang bagus. Saya tidak bisa mengatakan tidak," ujar Hierro.

Leganda hidup Real Madrid itu lantas mendampingi Sergio Ramos dan rekan-rekan menuju Rusia. Seperti telah diprediksi, pasukan La Roja tampak kagok. Para awak Matador kesulitan melewati penyisihan grup.

Pada babak 16 besar, Spanyol bertemu tuan rumah. Sepanjang 120 menit kedua tim bermain imbang 1-1. Rusia keluar sebagai pemenang di sesi adu penalti.

Setelah turnamen tersebut, kontrak Hierro tidak diperpanjang. RFEF mengangkat Luis Enrique sebagai pembesut Sergio Busquets dkk. Di era Enrique, La Roja kembali bertaji.

Namun pada Juli 2019, eks arsitek Barcelona itu mengundurkan diri. Ia fokus mendampingi anaknya yang terkena kanker tulang. Sebulan kemudian, Xana, putera Enrique menghembuskan nafas terakhir.

Tongkat kepelatihan timnas Spanyol berpindah ke Robert Moreno. Nama terakhir adalah orang kepercayaan Enrique. Mereka pernah bekerja sama di Barca, Celta Vigo, dan AS Roma.

Di tangan Moreno, skuat Matador konsisten mempertahankan performa apik. Hingga akhirnya Alvaro Morata dkk lolos ke Piala Eropa 2020 dengan cara meyakinkan. Spanyol menguasai Grup J babak Kualifikasi.

Dari 10 laga, La Roja tanpa kekalahan. Juara Dunia 2010 itu meraih delapan kemenangan dan dua imbang. Anehnya setelah membuat pasukan Matador seperti itu, Moreno diberhentikan.

Itu karena Enrique balik lagi. Pada laga terakhir kontra Rumania, skuat Matador menang telak 5-0. Usai duel yang berlangsung di Wanda Metropolitano, Selasa (20/11) dini hari WIB itu, Moreno pamit pada semua anak asuhnya dengan berlinang air mata.

"Mereka telah mencampakkan saya," ujar entrenador 42 tahun, dikutip dari Marca.

Moreno tidak hadir saat konferensi pers. Pun ketika bertemu perwakilan pemain dan federasi, Moreno mengirimkan pengacaranya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA