Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sindiran Bale untuk Real Madrid

Kamis 21 Nov 2019 13:39 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Gareth Bale

Gareth Bale

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Fan Madrid dinilai sudah lelah dengan sikap Bale dan tak akan memaafkannya.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Gareth Bale kembali memunculkan kontroversi. Usai Wales memastikan lolos ke Piala Eropa 2020, skuat asuhan Ryan Giggs tersebut pun bersorak sambil mengibarkan bendera negara di tengah lapangan.

Namun yang bikin heboh adalah dalam bendera tersebut terdapat tulisan 'Wales, Golf, Madrid. In that Order'. Slogan itu menunjukkan sindiran perihal prioritas Bale, yang artinya mengedepankan tim nasional Wales, setelah itu main golf, baru Real Madrid.

Ungkapan tersebut memang wajar. Sebab sejak kembalinya Zinedine Zidane ke Santiago Bernabeu, Bale selalu ingin dijual oleh klub, khususnya musim panas lalu. Gagal hengkang, Los Blancos kemudian lebih banyak mencadangkan pemain berusia 30 tahun tersebut. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu tak lagi dimainkan oleh El Real sejak 5 Oktober.

Namun, Bale membuktikan ia mampu tampil lebih baik saat bersama Wales. Bale memberikan kontribusi bagi Aaron Ramsey untuk mencetak gol pembuka dalam kemenangan atas Hungaria. Bahkan, tulisan di bendera tersebut seolah menjadi mantra bagi fan, yang menjadikannya yel-yel di stadion. Bahkan Bale ikut berjoget dengan muka yang penuh kegembiraan sambil menyanyikan yel-yel tersebut.

''Saya dengar beberapa cerita, tapi saya tidak diberi tahu. Teman saya memberi isyarat dengan mengirimkan beberapa gambar lucu atau apapun yang mereka tulis,'' ujar Bale, dikutip dari BBC, Kamis (21/11).

Menurut Bale, mungkin apa yang terjadi di Wales itu tidak menarik bagi media Spanyol. Karena memang Bale merasa tak lagi dihormati di negara tempat klubnya berada itu.
Sementara, Bale memuji tim nasional yang terus berada di belakangnya selama sepekan ini, dan bisa kembali latihan penuh. Ia menyatakan, jika dalam kondisi bugar, tidak peduli di manapun berada, ia akan berusaha main semaksimal mungkin, entah itu untuk Wales maupun Real Madrid. ''Bagi saya itu tidak sulit. Jika saya bugar lalu saya akan berikan segalanya,'' kata dia.

Meskipun aksi Bale itu bisa menimbulkan risiko dari fan Real Madrid, Zidane lebih memilih mengabaikan insiden tersebut. Padahal, semboyan tersebut dianggap menempatkan klub di posisi ketiga dalam skala prioritas Bale. Namun, Zidane sepertinya sedikit kesal dengan sikap Bale yang seolah-olah diabaikan klub.

''Kami selalu mempertahankan Anda, Gareth Bale. Kami sabar dengan cedera Anda, kami merayakan gol dan assist Anda, dan kami membela hobi Anda (main) golf dan keterbatasan bahasa Spanyol,'' ujar Zidane dikutip dari Mirror, Kamis (21/11).

Pelatih asal Prancis itu tidak ingin memusingkan ulah Bale tersebut, selama penyerangnya itu masih bisa tertawa di Madrid. Pernyataan Zidane itu seolah mengaburkan fakta kalau salah satu pemain bergaji termahal di timnya itu hanya tampil sebanyak enam pertandingan La Liga Spanyol musim ini.

Bale memang dengan tegas ingin bertahan di Santiago Bernabeu. Padahal, ia telah 'dilego' ke beberapa klub untuk tukar tambah dengan pemain yang lebih muda.

Meski Zidane tak ingin ambil pusing. Namun media di Spanyol menyatakan kalau kiprah Bale bersama Madrid sudah usai. Dengan sikap yang dianggap mengolok-olok klubnya itu, maka penjualan Bale menjadi suatu keharusan bagi Florentino Perez sebagai presiden klub. Bahkan, media Spanyol minta Zidane tak membiarkan Bale untuk menggunakan jersey Madrid.

Fan Madrid dinilai sudah lelah dengan sikap Bale dan tak akan memaafkannya. Oleh karena itu, bursa transfer musim dingin pada Januari mendatang dinilai waktu yang tepat bagi Bale untuk meninggalkan Spanyol.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA