Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Crouch Komentari Pemecatan Pochettino dan Naiknya Mourinho

Jumat 22 Nov 2019 10:18 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho.

Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho.

Foto: AP Photo/Martin Meissner
Crouch mempertanyakan hubungan antara Mourinho dan Levy.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mantan penyerang Tottenham Hotspur Peter Crouch mengklaim para pemain the Lillywhites patut menjadi sosok yang bertanggung jawab atas pemecatan Mauirio Pochettino. Crouch berpendapat kerja sama antara pemilik klub Daniel Levy dan Jose Mourinho sulit berjalan baik.

Baca Juga

Crouch telah membuka rumor sejumlah pemain Tottenham merasa tidak nyaman dengan yang terjadi di klub usai awal buruk untuk musim 2019/2020. "Ada masalah. Anda melihat para pemain di awal musim, tiga atau empat pemain besar ingin pergi. Mengapa demikian? Apakah mereka berselisih dengan manajer. Ada rumor dia menyaksikan latihan dari atas dan tak turun ke lapangan. Saya tahu beberapa pemain di ruang ganti merasa tidak nyaman dengan apa yang sedang terjadi," kata Crouch pada Pint Mail with Piers disadur Football London, Jumat (22/11).

Tak butuh waktu lama bagi Daniel Levy langsung menunjuk Jose Mourinho sebagai suksesor untuk Harry Kane Cs. Selain keputusan yang dianggap berani oleh banyak orang.

Lebih lanjut, Crouch mempertanyakan hubungan antara Mourinho dan Levy. Pasalnya, dua pria tersebut memiliki kecendrungan yang berbeda terkait masalah perekrutan pemain.

"Aku harus mengatakan bagaimana Daniel Levy bisa mati-matian. Membeli pemain muda dengan nilai jual kembali. Tapi Mourinho? Sara dia bekerja, dia tak masalah dengan pemain di atas 30 tahun. Jika mereka cukup baik, mereka akan masuk. Bagaimana kedua orang ini bisa bersama?" tanya Crouch.

Pernyataan Crouch cukup masuk akal. Sebab, menukil dari BBC Sport, masalah transfer pemain jadi suatu hal yang harus dipikirkan oleh Levy. Sebab, Mourinho tipikal pelatih yang kerap menuntut mendatangkan pemain mahal, layaknya ketika ia berada di Real Madrid dan Manchester United.

Oleh karena itu, banyak penggemar terkejut bahwa ia dipilih menukangi kursi pelatih utama Tottenham.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA