Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Tuchel Kecewa dengan Sikap Neymar

Jumat 22 Nov 2019 15:44 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Neymar

Neymar

Foto: EPA-EFE/WALLACE WOON
Bukannya berlatih, Neymar justru tepergok menyaksikan Davis Cup di Kota Madrid.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pelatih Paris Saint Germain (PSG), Thomas Tuchel, merasa terganggu dengan keputusan Neymar untuk menghadiri turnamen tenis, Davis Cup, di Kota Madrid, awal pekan ini. Kendati kecewa, tapi pelatih asal Jerman itu mengaku tidak bisa berbuat apa-apa terkait ulah pemain termahal di dunia tersebut.

Alih-alih fokus untuk mengembalikan kondisi kebugaran dan kembali berlatih, Neymar justru tepergok menyaksikan gelaran Davis Cup di Kota Madrid. Sejak mengalami cedera hamstring pada awal Oktober lalu, gelandang serang berusia 27 tahun memang itu absen selama enam laga di semua ajang.

Tuchel pun menyesalkan sikap Neymar, yang lebih memilih menyaksikan Davis Cup ketimbang terus mempersiapkan diri guna tampil di laga berikutnya.

''Sebagai pelatih, apakah saya senang dengan perjalanan Neymar itu? Tentu saja tidak. Sama sekali tidak. Itu sudah jelas. Namun, apa yang bisa saya lakukan? Saya bukan ayahnya, bukan polisi, saya hanya seorang pelatih,'' ujar Tuchel seperti dikutip Sky Sports, Jumat (22/11).

Mantan pelatih Borussia Dortmund itu pun mengungkapkan, dalam dua pekan terakhir, Neymar memang telah pulih dari cedera dan berlatih bersama rekan-rekan setimnya di PSG. Tuchel menambahkan, jika semua berjalan lancar, maka bukan tidak mungkin mantan pemain Barcelona itu bisa tampil kala PSG menghadapi Lille di lanjutan Liga Prancis, Jumat (22/11) waktu setempat.

''Dia sudah bisa diturunkan. Namun, kami belum memutuskan, apakah dia akan menjadi starter atau pemain pengganti di laga tersebut,'' jelas Tuchel.

Pelatih berusia 46 tahun itu mengakui, meski kerap terganggu dengan masalah cedera, tapi kehadiran Neymar masih tetap dibutuhkan di PSG. Kemampuan dan kualitas permainan Neymar, kata Tuchel, membuat performa PSG jauh lebih berbahaya di depan mulut gawang lawan.

''Selain itu, dia dapat menjadi pemain yang menentukan kemenangan. Itu menjadi kontribusi terbesar dia buat tim, dan kami membutuhkan hal itu apabila kami ingin terus meraih kemenangan,'' kata Tuchel menegaskan.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA