Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Guardiola: Lampard Punya Masa Depan Cerah Bersama Chelsea

Sabtu 23 Nov 2019 08:45 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Frank Lampard

Frank Lampard

Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Guardiola menyebut Lampard beruntung tidak ada yang mengkritik hasil pertandingannya

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Frank Lampard dinilai masih minim pengalaman sebagai manajer saat tiba di Stamford Bridge. Sebab, pencetak gol terbanyak di Chelsea itu baru menangani Derby County selama semusim sebelum menggantikan Maurizio Sarri. Di sisi lain, Pep Guardiola telah malang melintang di klub-klub raksasa mulai dari Barcelona hingga Bayern Muenchen, sejak mengawali karier di tim B Barcelona.

Baca Juga

Barcelona menunjuknya sebagai pelatih utama pada 2009, setelah sukses di tim B. Lalu, Guardiola turut menjadi dalam bagian kesuksesan Blaugrana dengan meraih treble, prestasi yang belum pernah diraih pelatih sebelumnya.

Karena itu, Guardiola mengaku kalau dirinya lebih berpengalaman dibanding Lampard. Tapi, itu bukan jaminan kalau dirinya akan lebih sukses dibanding Lampard. "Dia telah menjadi manajer setahun setengah dan saya sedikit lebih lama karena saya lebih tua. Tapi dia punya masa depan di tangannya," ucap Guardiola, dikutip dari Sky Sports, jelang City vs Chelsea, Sabtu (23/11).

Berdasarkan pengalamannya, Guardiola mengungkapkan kalau jam terbang tidak banyak memiliki peran dalam kesuksesan seorang pelatih. Karena, lanjut dia, yang terpenting adalah seorang pelatih memahami klubnya dengan baik. Sementara Lampard, mengenal dengan baik Chelsea, ditambah dengan dukungan dari media, fan dan para pemainnya.

Guardiola mengungkapkan, kondisi tersebut sangat berbeda dengan dirinya saat pertama kali tiba di Etihad Stadium. Ia mengaku tak banyak orang yang percaya padanya saat itu, termasuk presiden dan direktur olahraga klub. Menurutnya, Lampard beruntung tak ada orang yang mengkritiknya soal hasil pertandingan atau bicara soal pengalamannya.

"Di awal saat tidak ada orang percaya pada Anda, itu sempurna karena Anda memenangkan setiap pertandingan. Anda tidak bisa kalah lagi. Masalahnya adalah, saat Anda memenangkan gelar, itu tidak akan pernah cukup," ungkap Guardiola.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA