Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Polisi Malaysia: WNI Dirampok tak Terkait Sepak Bola

Ahad 24 Nov 2019 12:11 WIB

Red: Ratna Puspita

Polis Diraja Malaysia (PDRM)

Polis Diraja Malaysia (PDRM)

Foto: flickr.com
Polisi berupaya mengidentifikasi orang yang merekam dan mengunggah video pemukulan.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Polis Diraja Malaysia (PDRM) menegaskan perampokan Warga Negara Indonesia (WNI) di Bukit Bintang Selasa (19/11) tidak ada kaitannya dengan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022/Piala Asia 2023 antara Malaysia dan Indonesia. Polisi telah mengklasifikasikan laporan WNI itu sebagai perampokan.

Baca Juga

Direktur Departemen Investigasi Kriminal PDRM Komisaris Polisi Datuk Huzir Mohamed mengatakan korban, Fuad Naji, kehilangan paspor dan uangnya dalam insiden tersebut. Saat melaporkan, Fuad mengatakan, ia diserang dan dirampok oleh sekelompok pria pada pukul 02:00 dan polisi sedang menyelidiki kasus tersebut berdasarkan Bagian 392/397 dari KUHP.

Dia mengatakan polisi sekarang mencari Fuad untuk merekam pernyataannya. Husir mengatakan Fuad menghilang setelah mengajukan laporan ke polisi.

"Korban hilang setelah dia disarankan untuk segera berobat usai mengajukan laporan di stan polisi rumah sakit," katanya di Kuala Lumpur, Ahad (24/11)

Dia mengatakan polisi akan meminta bantuan KBRI Kuala Lumpur untuk menemukan Fuad. Huzir mengatakan ada upaya yang dilakukan oleh polisi untuk mengidentifikasi orang yang bertanggung jawab, yang merekam dan mengunggah video viral yang memperlihatkan beberapa orang Indonesia yang diduga dipukul oleh orang Malaysia.

Konon, pemukulan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 /Piala Asia 2023 di Stadion Nasional Bukit Jalil. “Siapa pun yang memiliki informasi tentang masalah ini didesak untuk maju guna membantu penyelidikan polisi," tambahnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA