Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Dianggap Berkhianat, Fan Malmo Bakar Patung Ibrahimovic

Kamis 28 Nov 2019 17:16 WIB

Red: Bayu Hermawan

Patung Ibrahimovic sebelum dibakar oleh fans Malmo

Patung Ibrahimovic sebelum dibakar oleh fans Malmo

Foto: EPA
Fans Malmo bakar patung Ibrahimovic karena menganggap pemain itu telah berkhianat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fans klub Malmo, peserta Liga Swedia, membakar patung Zlatan Ibrahimovic. Hal tersebut karena fans Malmo menilai Ibrahimovic, yang dianggap legenda klub itu, telah berkhianat dengan menjadi wakil pemilik Hammarby IF, yang merupakan musuh berbuyutan Malmo.

Ibrahimovic membeli saham cukup besar di Hammarby. Padahal, sebagai pemain legendari Malmo, Ibra tahu jika Hammarby adalah saingan klub yang berjasa dalam karir sepak bolanya.

Pada bulan Oktober lalu, Ibrahimovic mendapatkan tanda kehormatan berupa dibuatkan patung setinggi 9 kaki, di depan Stadion Malmo. Namun, patung itu menjadi sasaran kemaran fans Malmo atas sikap Ibrahimovic yang menjadi wakil pemilik Hammarby.

Fans Malmo yang kecewa menuangkan cairan dan menggunakan suar untuk membakar patung tersebut pada Rabu (27/11) malam waktu setempat. Sebelumnya, fans juga meluapkan kemarahan dengan menggantukan dudukan toilet ke lengan patung itu. Fans juga menutup kepala patung dengan menggunakan kain.

"Reaksi ini adalah pesan, bahwa semua orang (fans Malmo) sangat kecewa, marah dan bahkan menganggap tindakan itu (Ibrahimovic membeli saham Hammarby) adalah hal bodoh," ujar Wakil Ketua Kelompok Fans Malmo MFF, Kaveh Hosseinpour, seperti dikutip dari talk sport.

"Patung itu tidak lagi punya arti penting sekarang, setelah apa yang dia (Ibrahimovic) lakukan sekarang. Dia ingin klub saingan lebih baik dari klub yang telah berjasa terhadap dirinya." tegasnya.

Sebelumnya Ibrahimovic mengatakan, dirinya menjadi wakil pemilik Hammarby, tidak ada kaitannya dengan Malmo. Ia juga mengatakan, tidak akan bermain untuk klub itu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA