Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Ditekuk Bologna, Ancelotti Bantah Ada Perpecahan di Timnya

Senin 02 Dec 2019 15:18 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Endro Yuwanto

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti

Foto: EPA-EFE
Napoli mencatat 2 kali kalah dan 6 kali imbang dalam 8 laga Serie A terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, ITALIA -- Pelatih Napoli Carlo Ancelotti menanggapi isu ketidaksolidan yang melanda timnya. Ia membantah segala tuduhan yang menyebut ada perpecahan di timnya.

Hingga saat ini, Napoli tak kunjung meraih kemenangan dalam delapan laga. Terakhir, Napoli kalah 1-2 dari Bologna dalam laga yang berlangsung kemarin. Posisi Napoli pun merosot di urutan ketujuh klasemen Serie A Liga Italia.

"Mereka bilang anggota tim melawan pelatihnya, tapi tidak begitu. Hubungan saya dengan pemain baik-baik saja. Semua menghormati saya, tak ada friksi antarpemain," kata Ancelotti seperti dilansir dari Goal, Senin (2/12).

Walau begitu, Napoli tak bisa menampik masalah internalnya. Apalagi usai pemilik klub Aurelio De Laurentiis menetapkan sanksi bagi pemain yang mogok melaksanakan latihan. Tapi Ancelotti berusaha menjauhi komentar negatif tiap akhir laga.

"Kami bertukar pikiran tiap hari, situasi ini harus berubah secepatnya karena kami jatuh (dari klasemen) secara drastis," ujar Ancelotti.

Napoli mencetak gol ke gawang Bologna lebih dulu berkat jasa Fernando Llorente di babak pertama. Tapi pemain pengganti Bologna, Andreas Olsen, mampu menyamakan skor. Lalu sepuluh menit jelang laga usai, Sansone mengubah keadaan menjadi keunggulan Bologna lewat golnya.

Dengan hasil ini, Napoli mencatatkan dua kali kalah dan enam kali imbang dalam delapan laga terakhir di Serie A. "Ini bukan masalah taktik tapi lebih pada masalah perilaku. Aspek mental perlu ditingkatkan lebih jauh. Fan sangat kecewa, saya harus mencari solusinya," tegas Ancelotti.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA