Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Inter Milan, Puncak Klasemen, dan Mimpi Indah Treble

Selasa 03 Dec 2019 02:02 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Antonio Conte

Antonio Conte

Foto: EPA-EFE/LUCA ZENNARO
Catatan Conte saat ini di Serie A lebih baik dibandingkan Mourinho.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Inter Milan sukses merebut puncak klasemen sementara Serie A Liga Italia dari tangan Juventus setelah memenangkan laga pekan ke-14 kontra SPAL di Giuseppe Meazza, Ahad (1/12) waktu setempat. Kemenangan ke-12 bagi Nerrazurri musim 2019/20 ini juga menjadi catatan tersendiri bagi skuat asuhan Antonio Conte di tahun debutnya bersama Inter.

Pasalnya, sudah satu dekade sejak terakhir kali Inter meraih total kemenangan yang sama dalam 14 laga pada musim 2009/2010. Inter yang saat itu masih dilatih Jose Mourinho berhasil mengumpulkan 35 poin selama 14 pekan. AC Milan berada di posisi kedua dengan 28 poin, lalu Juventus ada di peringkat ketiga dengan 27 poin. Di akhir musim kala itu, Inter menjadi klub Italia pertama yang meraih treble, juara Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia.

Namun, catatan Conte saat ini di Serie A lebih baik dibandingkan Mourinho. Eks pelatih Juventus itu mampu meraih 37 poin dari 14 pertandingan, membenamkan Juventus yang kehilangan tahta akibat bermain imbang di hari yang sama.

"Kami telah bekerja sejak hari pertama agar mampu menyulitkan lawan. Kami tentu melakukan pekerjaan dengan baik, namun kami baru memainkan 14 laga. Kembali ke puncak klasemen di liga membuat kami merasa bangga dan puas, karena kami tahu betul jalan yang sedang ditempuh," kata Conte seperti dilansir laman resmi klub.

Di satu sisi, Conte merasa timnya tetap harus memaksimalkan semangat positif dan tampil lebih baik dalam pertandingan berikutnya. Ia beralasan, hanya dengan satu kesalahan, dapat membuat Inter tergelincir meski bermain imbang dengan tim lain.

Conte melihat seluruh penggawa tim tampil dengan semangat tinggi untuk memuncaki klasemen. Sadar dengan eksistensi Juventus yang mendominasi Liga Italia selama hampir satu dekade terakhir, ia berkata pada anak asuhnya untuk percaya terhadap kemampuan masing-masing.

Menurut Conte, menjaga fokus pada diri sendiri merupakan hal yang sulit ketika sebuah tim sedang berada di puncak. Untuk itu, ia meminta seluruh pemain untuk tetap menjaga konsentrasi demi tetap berada di jalur kemenangan.

Conte tak lupa menyanjung duo striker Inter yang sedang ganas-ganasnya musim ini, Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku. Conte mengapresiasi kerja keras dan hasil yang langsung dihadirkan kedua pemain yang belum lama dipasangkan sebagai ujung tombak.

Dengan torehan 23 gol dari Lukaku dan Lautaro, Conte menyatakan dua pemain tersebut merupakan penyerang terbaik yang dimiliki Inter saat ini. Selain itu, usia yang masih terbilang muda dinilai Conte sebagai momentum yang pas untuk terus berkembang di kemudian hari. "Lautaro mencetak dua gol pada hari ini, namun Lukaku juga tampil bagus. Mereka berdua merupakan dua pemain muda yang masih mampu berkembang. Hal pentingnya adalah mereka selalu mempertahankan sikap ini," ujar dia.

Sementara sang penyerang, Lautaro Martinez menyatakan kebanggaannya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh untuk skuat La Beneamata. Striker berusia 22 tahun itu menjadi penentu kemenangan Inter atas SPAL, lewat dua gol yang dilesakkannya. Ia kini sudah menyumbang delapan gol di Serie A di bawah naungan Conte.

"Kami bermain sangat baik di babak pertama, level permainan menurun di babak kedua, tetapi ini adalah kemenangan yang sangat penting. Kami merasa bangga, kami bekerja untuk ini setiap hari, untuk menunjukkan di lapangan bahwa kami layak mengenakan seragam ini," kata Lautaro.

Lautaro mengaku, catatan golnya tak akan lahir begitu saja tanpa bantuan pemain lain yang berada di belakangnya. Ia mengapresiasi kerja sama tim lewat serangan padu yang dibangun dari belakang. “Dua pemain sayap terus bermain dengan gaya menekan tinggi di lapangan, begitu pun dengan lini pertahanan kami."

Lautaro ingin Inter tetap konsisten minimal tetap berada di puncak dengan status juara paruh musim. Setelah itu, striker asal Argentina itu akan berusaha terus mencetak gol terutama di depan penggemar setia Inter.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA