Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Kala Kutukan Barcelona untuk Diego Simeone Berlanjut

Selasa 03 Dec 2019 03:03 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Diego Simeone

Diego Simeone

Foto: EPA-EFE/Rodrigo Jimenez
Simeone tak pernah menang atas Barcelona dalam 16 pertandingan La Liga Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Atletico Madrid dipermalukan Barcelona di kandang sendiri. Tampil di Wanda Metropolitano, Senin (2/12) dini hari WIB, Los Rojiblancos harus menelan pil pahit saat Lionel Messi mencetak gol kemenangan Barca jelang laga usai.

Parahnya lagi, hasil ini semakin menambah daftar panjang tak berdayanya pelatih Atletico, Diego Simeone, saat berhadapan dengan La Blaugrana di La Liga Spanyol. Simeone memang dua kali menyingkirkan Barca di Liga Champions pada 2014 dan 2016. Namun, ia tak bisa berbuat banyak saat menghadapi pasukan Barca di La Liga Spanyol. Seolah itu sudah menjadi kutukan baginya.

Pelatih asal Argentina itu tidak pernah menang atas Barcelona dalam 16 pertandingan atau selama menangani Atletico. Ia hanya membawa timnya lima kali imbang dan 11 kali kalah. Walaupun, Atletico mampu bertahan dengan baik setiap kali berhadapan dengan Barca.

Dalam empat pertandingan terakhir ke Madrid, Barca hanya mampu menang tipis atau mencetak gol kemenangan di menit 80 ke atas. Simeone pun menegaskan kalau para pemainnya sudah berusaha sekuat tenaga dan menerapkan strategi yang ditetapkannya.

Apalagi, lanjut Simeone, Atletico sedang dalam masa transisi setelah ditinggal banyak pemain intinya dalam bursa transfer musim panas lalu. Sehingga mengakibatkan banyaknya pemain baru yang harus beradaptasi.

''Kami harus tetap sabar dan tahu bahwa kami sedang dalam masa transisi. Kami butuh waktu untuk menjadi lebih baik,'' kata Simeone, dikutip dari Marca, Senin (2/12).

Di sisi lain, di saat laga hampir dipastikan imbang, Messi pun jadi pahlawan. Tendangan melengkungnya ke sisi kanan Jan Oblak merobek gawang tuan rumah. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi La Pulga di Wanda Metropolitano, sejak dimiliki Atletico Madrid pada 2017 lalu. Bukan itu saja, gol di menit ke-86 itu juga menjadi yang ke-30 dilesakkan Messi ke gawang Atletico Madrid di semua kompetisi.

Padahal, pamain internasional Argentina itu gagal mencetak gol dalam dua lawatannya ke stadion baru Atletico tersebut di kompetisi La Liga. Gol pertamanya di stadion tersebut terjadi pada 2018 dalam final Copa del Rey melawan Sevilla. Artinya, Messi saat ini sudah mencetak gol di semua lapangan yang digunakan di Liga Spanyol.

Valverde pun menyadari betapa pentingnya kehadiran Messi dalam tim Barcelona. Ia mengatakan, saat pertandingan berjalan ketat dan lawan tampil cukup kuat, maka Messi bisa menjadi keuntungan tersendiri.

Padahal, Valverde mengakui kalau timnya sempat tertekan di awal pertandingan. Namun, pada akhirnya Messi membawa Barca meraih tiga poin dan kembali ke puncak klasemen La Liga Spanyol. ''Memiliki Messi selalu menjadi keuntungan yang luar biasa. Saya sangat menyukainya,'' jelasnya.

Satu lagi yang menarik dalam duel tim papan atas Spanyol dan Eropa ini adalah kehadiran Antoine Griezmann. Penyerang asal Spanyol itu memang menjadi sorotan saat memutuskan pindah dari Wanda Metropolitano ke Camp Nou. Namun, yang membuat sakit hati para pendukung Atletico adalah proses kepindahan tersebut dilakukannya dengan cara yang kurang etis. Griezmann dan Barca dikabarkan diam-diam sepakat untuk saling bekerja sama, tanpa sepengetahuan klub.

Griezmann pun mengumumkan kepergiannya dari Atletico akhir musim lalu, tanpa memberitahu kemana ia akan berlabuh dengan kontrak yang masih berlaku, Akibatnya, Griezmann, yang merupakan sosok penting di skuat Simeone sebelumnya, disambut dingin para suporter tuan rumah. Bahkan, Griezmann terus disoraki sepanjang pertandingan oleh suporter, mulai dari sebelum pertandingan hingga setiap kali ia memegang bola hingga peluit panjang dibunyikan.

Mirisnya, suporter Atletico membentangkan spanduk besar yang seolah menunjukkan kalau Griezmann bukan siapa-siapa bagi tim asal ibu kota tersebut. ''Anda ingin diingat dan Anda malah jadi orang yang terlupakan,'' tulis spanduk tersebut yang dipampang di belakang gawang Jan Oblak.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA