Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Pochettino Berencana Segera Melatih Klub di Eropa

Selasa 03 Dec 2019 01:10 WIB

Red: Bayu Hermawan

Mauricio Pochettino berencana segera kembali melatih klub di Eropa

Mauricio Pochettino berencana segera kembali melatih klub di Eropa

Foto: EPA-EFE
Pochettino berencana segera melatih klub di Eropa setelah dipecat dari Tottenham.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mauricio Pochettino berencana secepatnya kembali melatih klub sepak bola di Eropa. Dikutip dari Reuters, mantan pelatih Tottenham Hotspur itu mengatakan ada sejumlah "proyek aktratif" di depan matanya.

Pelatih Argentina yang mengantarkan Spurs ke final Liga Champions musim lalu itu dipecat setelah hasil buruk pada semua kompetisi musim ini. Pochettino kemudian digantikan oleh Jose Mourinho yang sejak itu mengantarkan Spurs mencatat tiga kemenangan berturut-turut.

Pochettino sejak itu dikait-kaitkan oleh media massa Inggris dengan posisi lowong di Arsenal yang menjadi seteru sekota Spurs, selain juga dengan Manchester United, Real Madrid dan Bayern Munchen.

"Ada banyak klub dan proyek-proyek menarik bagi saya untuk diambil," kata Pochettino kepada Fox Sports di Argentina.

"Seusiaku saya tidak perlu banyak waktu untuk bangkit. Saya terbuka mendengarkan proyek-proyek di depan saya, tetapi untuk saat ini yang paling penting bagi saya adalah berpikir jernih setelah lima setengah tahun musim yang luar biasa bersama Tottenham," ujarnya.

"Tujuan saya adalah menggapai kemampuan dalam membangun diri dan mengembalikan motivasi diri," ucapnya.

Pochettino, yang mengunjungi bekas klubnya Newell's Old Boys akhir pekan ini, menampik kemungkinan menerima tugas di Argentina. "Adalah niat saya kembali mengelola di Eropa. Sulit bagi saya membayangkan sebuah proyek di Argentina. Meskipun demikian, demi kebaikan keluarga saya, saya tak akan menolak bertugas di sini," kata dia.

"Sekarang saya butuh ketenangan selama beberapa hari dan melihat apa yang terjadi. Saya tak punya banyak waktu untuk mencerna apa yang sudah terjadi. Keputusan terbaik saya adalah datang ke Argentina untuk istirahat selama 10 hari," tutup dia seperti dilaporkan Reuters.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA