Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Kembalinya Mourinho dan Fakta Jelang MU Vs Spurs

Rabu 04 Dec 2019 02:02 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Ekspresi pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho.

Ekspresi pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho.

Foto: Matt Dunham/AP
Tekanan berat ada pada pundak pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pada Agustus 2018, Mauricio Pochettino membawa Tottenham menang 3-0 atas Manchester United (MU) yang masih dilatih Jose Mourinho di Old Trafford. Kekalahan tersebut mengawali spekulasi pemecatan Mourinho oleh United. Beberapa pekan kemudian, pelatih asal Portugal tersebut benar-benar hengkang dari Old Trafford dan digantikan Ole Gunnar Solskjaer.

Sekarang, 16 bulan sejak pertemuan tersebut, Mourinho kembali ke Old Trafford untuk pertama kalinya usai dipecat pada Desember 2018. Namun, kembalinya the Special One itu bukan sebagai bagain dari skuat United. Melainkan sebagai lawan yang siap membalaskan sakit hatinya karena dipecat.

Mou kini berperan sebagai pelatih Tottenham Hotspur. Ia menggantikan posisi Mauricio Pochettino, yang didepat manajemen Spurs usai mengawali musim ini dengan buruk. MU dan Spurs akan saling sikut dalam lanjut Liga Primer Inggris, Kamis (5/12).

Mourinho bukan tanpa prestasi di MU. Ia membawa Iblis Merah meraih gelar Piala Liga dan Liga Europa di musim pertamanya, dan finis di posisi runner-up di Liga Primer. Namun di musim terakhir ia bertanggung jawab, MU merasakan sejumlah hasil buruk dengan empat kekalahan dan tiga kali imbang dalam 12 pertandingan.

Setelah hampir setahun tak melatih klub, Mou pun kembali ke Inggris. Datangnya mantan pelatih Real Madrid ke Tottenham Hotspur Stadium itu pun membawa angin segar bagi the Lilywhites. Ia membawa timnya menang tiga kali beruntun di semua kompetisi, dan membawa Spurs merangsek ke peringkat lima, dua poin di atas United yang menempati posisi kesembilan.

Baca Juga

photo
Ole Gunnar Solskjaer


Karena itu, Mourinho pun berencana menemui staf Manchester United, saat kembali ke Old Trafford. Sebab pelatih berusia 56 tahun itu Mourinho tidak sempat memberikan ucapan perpisahan saat hengkang dari Iblis Merah. Karena itu Mourinho berencana bertemu dengan juru masak, staf lapangan, staf pakaian, dan beberapa staf medis saat mengunjungi Old Trafford.

Setelah menggantikan Mauricio Pochettino sebagai pelatih Tottenham bulan lalu, Mou mengungkapkan bahwa dia menerima beberapa ucapan selamat dari mantan rekan kerjanya di United.

Menurut Mou, semua orang di United sangat spesial, misalnya direktur MU Richard Arnold, serta wakil pimpinan eksekutif klub Ed Woodward. ''Saya sangat penasaran untuk melihat (mereka), dari klub terakhir saya. Banyak orang menunjukkan hormat, empati dan perasaan pada saya, itu indah,'' kata Mou, dikutip dari Metro.co.uk, Selasa (3/12).

Di sisi lain, tekanan berada pada pundak Ole Gunnar Solskjaer. Suksesor Mourinho tersebut dikabarkan sudah mengatakan ke pemainnya, akan dipecat oleh Manchester United jika kalah oleh Tottenham. Solskjaer menegaskan kepada pemainnya bahwa posisinya saat ini sedang dalam bahaya.

Fakta Jelang Laga:

32   - Mourinho sudah 32 kali berhadapan dengan mantan timnya.
3     - MU tak bisa menang dalam tiga pertemuan terakhir di semua kompetisi.
18   - MU hanya meraih 18 poin dari 14 pertandingan di liga. Angka itu menjadi yang terburuk sejak musim 1988/1989.
4    - Spurs tak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir di liga.
3    - Spurs tiga kali menang dalam tujuh pertemuan terakhir dengan MU di Old Trafford.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA