Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Sesmenpora Singgung Potensi Kenaikan Bonus Peraih Emas

Sabtu 07 Des 2019 17:30 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto.

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto.

Foto: republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Sebelumnya, para jawara peraih emas SEA Games 2019 bakal meraih bonus Rp 200 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Pemerintah RI melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora) berpotensi mengubah jumlah bonus untuk setiap atlet peraih medali emas SEA Games 2019. Sebelumnya, di nomor individu para jawara tanah air bakal mendapat bonus Rp 200 juta dari negara.

Saat ditemui di Manila, Filipina, Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto menyinggung hal ini. Ia diminta untuk membuat perhitungan mengenai potensi perubahan jumlah bonus nantinya.

"Sejak tadi malam, saya diminta oleh pimpinan, untuk ngutak ngatik angka, bonus. Selama ini bonusnya Rp 200 juta. Saya gak tahu apakah tetap Rp 200 juta atau naik, saya gak bisa nyebutin angkanya," ujar Gatot, Sabtu (7/12).

Selanjutnya, Gatot membahas prestasi para atlet sejauh kompetisi ini berjalan. Ia mengaku terkejut melihat progres positif Eko Yuli dan rekan-rekan.

Gatot membandingkannya dengan pencapaian di Malaysia dua tahun lalu. Di periode yang sama, kontingen Indonesia menempati peringkat lima atau enam.

Rentetan perubahan tak jauh-jauh dari posisi tersebut. Sekarang naik ke posisi kedua. "Harapannya yang menjadi keinginan Pak Jokowi dan rakyat Indonesia, terpenuhi," ujar Gatot.

Sebelumnya, kemenpora menargetkan para atlet Indonesia meraih minimal 45 medali emas pada SEA Games Filipina. Namun saat pelepasan, Presiden Joko Widodo meminta kontingen tanah air finis di dua besar.

Gatot mengakui hal itu otomatis mempengaruhi target medali emas yang ditetapkan. Kini ada harapan awak garuda mendapatkan setidaknya 60 medali emas.

"Gimana caranya di empat hari terakhir, bisa dimanfaatkan secara baik. Poinnya adalah bagaimana tidak hanya mengamankan diri sendiri, tapi juga jangan sampai dilewati negara lain," jelas Gatot.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA