Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

SEA Games 2019

Maria Londa Ungkap Rencana Pensiun Usai SEA Games 2019

Ahad 08 Dec 2019 03:54 WIB

Red: Israr Itah

Atlet lompat jangkit Indonesia Maria Natalia Londa melompat pada pertandingan Lompat Jangkit Putri SEA Games ke-30 di Stadion Atletik New Clark, Filipina, Sabtu (7/12/2019).

Atlet lompat jangkit Indonesia Maria Natalia Londa melompat pada pertandingan Lompat Jangkit Putri SEA Games ke-30 di Stadion Atletik New Clark, Filipina, Sabtu (7/12/2019).

Foto: Nyoman BudhianaANTARA FOTO
Maria menyampaikan rencananya setelah meraih medali perak nomor lompat jangkit.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Atlet nasional Maria Natalia Londa melontarkan rencana pensiun tampil membela Indonesia setelah SEA Games 2019. Maria menyampaikan rencananya setelah meraih medali perak nomor lompat jangkit di Stadion Atletik New Clark City, Filipina, Sabtu (7/12).

Baca Juga

Maria melompat sejauh 13,60 meter untuk finis peringkat dua setelah Parinya Chuaimaroeng dari Thailand yang meraih emas dengan lompatan sejauh 13,75 meter. Thi Men Vu dari Vietnam berhak atas medali perunggu setelah mencatatkan 13,55 meter di peringkat ketiga hari itu.

"Puji Tuhan masih melompat lagi hari ini di SEA Games keenam saya. Semoga besok bisa lebih baik lagi," kata Maria usai lomba.

"Kemungkinan besar ini jadi SEA Games terakhir saya, tahun depan di PON saya genap 20 tahun berlatih di atletik."

Atlet kelahiran Denpasar, Bali 29 tahun silam itu menjadi tumpuan Indonesia di nomor lompat jangkit dan juga lompat jauh hingga sekarang di saat Indonesia kesulitan menciptakan bibit muda dan regenerasi di nomor yang paling rawan cedera itu.

"Untuk nomor lompat jauh dan lompat jangkit masih saya sendiri," kata Maria soal menjadi tumpuan timnas.

"Karena nomor teknik itu tidak bisa dilatih lima atau enam tahun, butuh proses yang sangat panjang. Saya sampai di tahun ke-19 ini, latihan lompat pun masih berlatih teknik.

Maria sejak turun di SEA Games 2009 di Laos selalu meraih medali di nomor lompat jauh dan lompat jungkit. Capaian terbaiknya diraih di Myanmar pada 2013 dan Singapura dua tahun berselang di mana ia menjuarai kedua nomor itu.

Pada 2014, Maria membuat kejutan dengan meraih emas nomor lompat jauh di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. 

"Risiko lompat jangkit itu memang lebih besar. Di Indonesia pun masih sangat sedikit tidak lebih dari 10 orang yang ikut ke lompat jangkit," kata Maria.

Usai mengemas perak Sabtu petang, Maria akan mencoba meraih hasil yang lebih baik di nomor lompat jauh yang akan digelar pada Ahad (8/12). "Semoga dengan istirahat, besok malam untuk lompat jauh bisa kasih yang terbaik."

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA