Sunday, 10 Safar 1442 / 27 September 2020

Sunday, 10 Safar 1442 / 27 September 2020

Dugaan Tindak Rasisme di Derby Manchester akan Diselidiki

Ahad 08 Dec 2019 08:10 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Nidia Zuraya

Liga Inggris Manchester City vs Manchester United

Liga Inggris Manchester City vs Manchester United

Foto: republika
Tindakan rasisme dialami pemain Manchester United Frederico Rodrigues Santos.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Manchester City terancam sanksi menyusul dugaan insiden rasisme terhadap pemain Manchester United (MU), Frederico Rodrigues Santos (Fred), dalam laga derby Manchester di Ettihad Stadium, Ahad (7/12) dinihari WIB. Dalam sebuah video yang tersebar luas di media sosial, terlihat salah satu pria di tribun penonton Manchester City melakukan gestur yang menyerupai kera.

Manajamen klub Manchester City pun langsung mengambil sikap dengan memberikan pernyataan awal kepada awak media. "Pihak klub menerapkan zero-tolerance terhadap segala tindakan diskriminatif dalam bentuk apapun," demikian pernyataan mereka dalam laman Twitter resminya.

Pihak City sedang bekerja sama dengan polisi kota Manchester untuk menyelidiki video tersebut dan mengidentifikasi pria yang terlihat di dalamnya. Saat ini, belum ada tersangka yang ditangkap polisi.

Pemain MU yang menerima tindakan rasisme, Fred, menyampaikan mengalami insiden itu di babak kedua saat hendak mengambil tendangan pojok di menit ke-67, ketika timnya unggul 2-0. Pemain asal Brasil itu bahkan merasa ada yang melempar sesuatu ke arahnya saat berjalan mendekati bola.

Baca Juga

Ia menyatakan rasa prihatinnya karena hal tersebut masih terjadi di tahun 2019. "Kita masih ada di kehidupan yang mundur. Sayang sekali hal ini terjadi di beberapa stadion, termasuk di sini. Teman-teman saya di Ukraina juga merasakan ini," ujarnya dalam laman ESPN.

"Menyedihkan tapi kepala kita harus tetap tegak dan melupakan ini. Kita tidak boleh memberi perhatian bagi mereka yang melakukannya. Saya sudah berbicara dengan wasit setelah pertandingan dan mereka akan melakukan sesuatu," kata dia menambahkan.

Badan Anti-rasisme Sepakbola, Kick It Out menyatakan pihaknya menerima banyak laporan terkait insiden tersebut yang sempat terekam oleh kamera televisi. "Kami berharap ada aksi tegas untuk mengindentifikasi pelaku," ujarnya dalam sebuah pernyataan yang dikutip BBC Sports.

BBC juga melaporkan, tak Fred yang menerima diskriminasi rasial, melainkan beberapa pemain lain juga menyampaikan hal serupa pada wasit pertandingan Anthony Taylor. Sang wasit bahkan memungut benda-benda tersebut dari lapangan.

Protes juga datang dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris yang memberi pernyataan bahwa rasisme merupakan salah satu tindakan kriminal yang harus dihukum berat.

Selain itu, pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer mengatakan, dirinya sudah menyaksikan tayangan ulang video itu dan menyayangkan aksi tersebut masih terjadi. Ia berharap sang pelaku mendapat hukuman setimpal atas perilakunya.

"Saya sudah melihat itu dan pelaku seharusnya malu terhadap dirinya. Ini tidak bisa diterima dan saya ingin pelaku tak diizinkan menonton sepakbola lagi," tegasnya.

Hal senada disampaikan pelatih City, Pep Guardiola selepas pertandingan. Ia tak ingin melihat lagi aksi rasisme dalam pertandingan sepakbola.

"(Rasisme) harus dilawan setiap hari. Sayangnya, ini masih terjadi di banyak tempat," ucapnya.

Pemain MU yang sempat mendapat diskriminasi rasial, Marcus Rashford masih ingat insiden yang menimpanya saat membela Inggris dalam kualifikasi Piala Euro 2020 melawan Bulgaria, Oktober lalu.

"Faktanya hal ini masih terjadi dan ini buruk. Kami terus angkat bicara tentang ini selama enam hingga delapan bulan. Tapi bicara saja tidak cukup," katanya.

Ia menegaskan, pihak berwenang harus mengambil sikap yang tepat untuk menghentikan tindakan rasisme dalam pertandingan sepakbola. Menurutnya, rasisme dapat berdampak buruk bagi olahraga bahkan nama baik negara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA