Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Dianggap Picu Rasisme, PM Inggris Dikecam Legenda MU

Ahad 08 Des 2019 20:22 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Endro Yuwanto

Gary Neville

Gary Neville

Foto: EPA/Alejandro Garcia
Neville menilai insiden berbau rasisme di sepak bola terjadi bukan secara kebetulan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Legenda Manchester United (MU) Gary Neville mengecam Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson setelah insiden rasis selama derbi Manchester. Pemain MU Jesse Lingard dan Fred tampak dilecehkan secara rasial oleh penggemar Manchester City pada babak kedua di Stadion Etihad, Sabtu (7/12).

Neville, mantan kapten MU, itu melihat tindakan rasial pada Lingard dan Fred secara garis besar. Ia menuding Johnson telah memicu rasisme melalui kebijakan politiknya dalam beberapa tahun terakhir.

"Itu (rasisme) terjadi di negara kami, liga kami. Anda menyaksikan debat perdana menteri tadi malam di mana dia berbicara tentang migrasi ke negara ini," kata Neville dilansir dari Daily Star, Ahad (8/12).

Neville menganggap insiden berbau rasisme di dunia sepak bola terjadi bukan secara kebetulan. Ia merasa hal itu terjadi juga didasari dari kondisi sosial politik di Inggris. "Itu (kebijakan politik) jadi bahan bakar (aksi rasisme) sepanjang waktu. Ini menjadi lebih buruk selama beberapa tahun terakhir di negara ini dan bukan hanya di sepak bola," keluh dia.

photo
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.


Neville menekankan aksi rasisme di dunia sepak bola tak bisa dibiarkan. Menurutnya, sanksi tegas harus diberikan demi menjamin efek jera bagi pemain atau fan.

"Tidak hanya melarang pelaku rasisme dari sepak bola, semua orang punya tanggung jawab. Dia pikir bisa menonton atau main sepak bola di lapangan lalu menghina orang? Itu menjijikkan," ujar Neville.

Neville meminta otoritas sepak bola Inggris (FA) tak hanya fokus menyoroti negara lain yang membiarkan insiden rasisme di lapangan hijau. Namun aksi serupa di dalam negeri patut ditindak juga. "Kami selalu mengecam negara lain yang lemah menindak pelaku rasisme. Tapi kami sendiri lemah dengan kasus itu. Kasus ini akan terus berulang kecuali ada sanksi keras dan tegas," jelas dia.

Hingga saat ini, manajemen City mengklaim terus bekerja dengan polisi setempat untuk menemukan pelaku. Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer meminta fan pelaku rasisme agar tak boleh lagi menonton sepak bola di dalam stadion.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA