Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Pebasket Prancis Didenda karena tak Tatap Bendera Cina

Senin 09 Dec 2019 17:36 WIB

Red: Agung Sasongko

Guerschon Yebusele, mantan pemain NBA yang berlaga di Liga Bola Basket China.

Guerschon Yebusele, mantan pemain NBA yang berlaga di Liga Bola Basket China.

Foto: EPA-EFE
CBA mewajibkan para pebasket menatap bendera selama lagu kebangsaan diperdengarkan..

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang mantan pemain NBA asal Prancis, Guerschon Yebusele, didenda 1.400 dolar AS oleh badan bola basket China. Yebusele didenda karena tak mau menatap bendera China selagi lagu kebangsaan negeri itu diperdengarkan sebelum sebuah pertandingan mulai.

Baca Juga

Asosiasi Bola Basket China (CBA) mewajibkan para pemain menatap lambang kenegaraan China itu selama lagu kebangsaan "March of the Volunteers" atau Yiyongjun Jinxingqu diperdengarkan. Namun, dari tayangan televisi menunjukkan pebasket yang bermain untuk klub Nanjing Tongxi Monkey King itu menundukkan kepala sebelum laga Jumat itu mulai.

"Yabusele diberi peringatan keras dan denda 10.000 yuan karena tak mau menatap bendera yang adalah wajib," kata CBA dalam satu pernyataan seperti dikutip AFP.

Yabusele, yang pernah menjadi forward Boston Celtics selama dua musim sebelum bergabung dengan tim CBA tersebut tahun ini, tak berkomentar apa-apa atas insiden itu.

Pemerintah China kian gencar mempromosikan patriotisme di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping dengan sebuah legislasi diloloskan pada 2017 yang menghukum siapa pun yang tidak menghormati lagu kebangsaan dengan ancaman hukuman penjara tiga tahun.

Pandangan terhadap sanksi untuk Yabusele terbelah di media sosial China. "Dia senang menghasilkan uang dari China, tetapi dia tak menghormati China," tulis seseorang di platform media sosial Weibo.

Tapi banyak juga yang menganggap hukuman itu terlalu keras. "Omong kosong. Pertama, dia bukan orang China. Lebih dari itu, dia berdiri dan sama sekali tidak memperlihatkan bahasa tubuh yang menghina," balas yang lain seperti dikutip AFP.

"Dia kan menundukkan kepalanya. Jadi apa sih ini? Pada zaman apa sih CBA hidup? Ini 50 tahun ketinggalan zaman," sambung yang lainnya.

Yabusele bukan atlet asing pertama yang melanggar aturan patriotis itu di China. Tahun lalu, gelandang Shandong Luneng asal Brazil, Diego Tardelli, dijatuhi larangan bermain satu pertandingan karena mengusap wajahnya selagi lagu kebangsaan diperdengarkan menjelang mulainya sebuah pertandingan sepak bola.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA