Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Nadeo Argawinata: Kami Sudah Maksimal

Rabu 11 Dec 2019 17:29 WIB

Red: Agung Sasongko

Nadeo Argawinata

Nadeo Argawinata

Foto: Nadeo Argawinata
Nadeo mengaku sedih gawangnya dibobol tiga kali ole Vietnam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjaga gawang tim nasional U-22 Indonesia Nadeo Argawinata mengaku sedih gawangnya dibobol tiga kali oleh Vietnam. Pada laga final sepak bola putra SEA Games 2019, Selasa (10/12), Garuda Muda kalah 0-3.

Baca Juga

"Saya sangat sedih. Siapa yang tidak sedih kalau gawangnya kebobolan tiga kali. Satu kali saja sedih apalagi kalau kalah," ujar Nadeo di Manila, Filipina, Rabu (11/12).

Meski demikian, penjaga gawang asal Kediri, Jawa Timur, itu tidak ingin larut dalam kekecewaaan. Menurut Nadeo, semua pemain timnas U-22 Indonesia sudah melakukan yang terbaik di lapangan.

"Kami sudah maksimal. Mungkin keberuntungan belum berpihak kepada kami," tutur dia.

Nadeo Argawinata sendiri selalu dipercaya pelatih Indra Sjafri untuk berdiri di bawah mistar gawang timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2019. Dari tujuh laga, Nadeo tampil di enam pertandingan.

Selama itu, penjaga gawang berusia 22 tahun tersebut kemasukan lima gol yang semuanya dilesakkan pemain Vietnam. Dia pun berterima kasih kepada jajaran pelatih timnas U-22 yang memberikannya kesempatan mencicipi SEA Games 2019, yang menjadi SEA Games perdananya.

"Saya mengapresiasi kerja teman-teman saya, lalu kepada ofisial dan pelatih yang sudah memercayai saya. Semoga di SEA Games berikutnya kami bisa mendapatkan medali emas," kata Nadeo.

Timnas U-22 Indonesia meraih medali perak sepak bola SEA Games 2019 usai ditaklukkan Vietnam dengan skor 0-3 di final, Selasa (10/12) malam. Gol-gol Vietnam disumbangkan oleh Doan Van Hau (dua gol) dan Do Hung Dung.

Prestasi itu menjadi catatan terbaik Indonesia di SEA Games sejak tahun 2013. Namun, skuat berjuluk Garuda Muda belum berhasil menyamai pencapaian medali emas yang terakhir kali diraih pada SEA Games tahun 1991.

Sementara untuk Vietnam, gelar itu menjadi yang pertama sejak mereka menerima emas tahun 1959, ketika SEA Games masih bernama South East Asia Peninsular Games

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA