Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Chelsea Enggan Belanja Besar pada Bursa Transfer Januari

Kamis 12 Dec 2019 02:10 WIB

Red: Endro Yuwanto

Frank Lampard

Frank Lampard

Foto: EPA-EFE/Andy Rain
Performa para pemain muda Chelsea berkembang di bawah asuhan Lampard.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Chelsea tidak akan belanja gila-gilaan ketika larangan transfer pemain dicabut Januari 2020. Ini karena pemain muda the Blues yang sudah diberi kesempatan sedang tampil meningkat seiring waktu.

"Saya tenang soal jendela transfer ini, saya sangat tenang soal hal ini," kata pelatih Chelsea Frank Lampard setelah Chelsea memastikan tempatnya pada 16 besar Liga Champions usai mengalahkan Lille 2-1 di Stamford Bridge, seperti dikutip Reuters, Rabu (11/12). "Kami tengah berkembang. Bahkan sedikit benturan dua pekan terakhir hanya bagian dari proses itu. Saya percaya pada apa yang kami capai saat ini."

Gol-gol dari Tammy Abraham dan Cesar Azpilicueta membuat Chelsea memastikan lolos ke 16 besar Liga Champions tahun baru nanti. Lampard pun tidak merasa harus berbelanja besar-besaran Januari mendatang.

Performa para pemain muda yang berkembang di bawah asuhan Lampard sebagai pilihan pertama tim seperti Abraham, Mason Mount, Reece James, dan Fikayo Tomori, membuat mantan pemain timnas Inggris itu punya alasan untuk tetap mempercayai penggawa muda.

"Kami menatap ke depan dan kami ingin meningkatkan skuat yang bakal sukses," kata Lampard. "Dan saya kira, seandainya ada, tantangan-tantangan semacam itu, para pemain muda akan siap menghadapinya."

Chelsea sudah boleh mendatangkan pemain baru pada jendela transfer Januari setelah pekan lalu Mahkamah Arbitrase Olah Raga (CAS) mencabut larangan yang sudah diterapkan sejak Februari silam. Sebelumnya Chelsea dianggap melanggar aturan transfer internasional dan perekrutan aturan pemain U-18.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA