Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Jadi Andalan Tuan Rumah, Pegolf Indonesia tak Gentar

Rabu 11 Dec 2019 23:22 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Pegolf Indonesia Rory Hie, Pegolf Thailand Poom Saksansin, Pegolf Amerika Serikat John Catlin, dan Pegolf Thailand Jazz Janewattananond (kiri ke kanan) berbincang-bincang di sela Press Conference BNI Indonesian Masters 2019 di Royale Jakarta Golf Club, Rabu (11/12)

Pegolf Indonesia Rory Hie, Pegolf Thailand Poom Saksansin, Pegolf Amerika Serikat John Catlin, dan Pegolf Thailand Jazz Janewattananond (kiri ke kanan) berbincang-bincang di sela Press Conference BNI Indonesian Masters 2019 di Royale Jakarta Golf Club, Rabu (11/12)

Foto: BNI
Rory punya banyak modal penting untuk mencetak prestasi di turnamen ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Rory Hie sangat diandalkan tuan rumah untuk menorehkan prestasi terbaik di BNI Indonesian Masters 2019. Harapan itu bukan tanpa alasan. Tahun ini Rory mencetak prestasi hebat. Ia sukses menjuarai Classic Golf and Country Club International Championship pada September 2019 di India. Sejak itu permainannya konsisten. Pegolf 31 tahun tersebut berada di 10 besar di 4empattur yang diikuti. 

 

Tak kalah berkilau, Rory menjadi pegolf pertama Indonesia yang menyabet gelar dari Asian Tour. Saat itu ia menciptakan total 267 pukulan atau 21 pukulan di bawah par. Rory pun kantongi hadiah sebesar 54.000 dolar Amerika Serikat (AS).

 

“Saya akan berusaha melakukan yang terbaik. Sebenarnya sejak Februari 2019 saya kerap diganggu cedera, tapi masih sempat juara. Semoga di BNI Indonesian Masters kali ini tak ada masalah,” tandas Rory dalam konferensi pers di Royale Jakarta Golf Club, Rabu (11/12). 

 

Rory mengatakan, cedera yang menderanya itu antara lain pada ligament dan tendon. Namun, ia bersyukur tetap mampu menjalankan kiprahnya dengan baik. Kalau pun saat ini kondisinya tak 100 persen fit, Rory yakin hal itu tak mengganggu penampilannya di BNI Indonesian Masters 2019. 

 

“Kalau pun mau dibilang lawan terberat, sesungguhnya itu bukan soal kiprah pemain lain, tapi justru bagaimana menjinakkan lapangan,” tegas pemiliki postur 179 cm itu. 

 

Menjuarai tur Asia membuat Rory kian mantap dengan permainannya. Namun, ia tak ingin lalai, Rory bertekad terus mengasah diri demi konsistensi pukulan dan hasil terbaiknya di ajang berhadiah total 750.000 dollar AS.

 

Lain lagi dengan Poom Saksansin. Juara bertahan asal Thailand itu juga ingin jadi yang terbaik. Tapi, kiprahnya yang kurang manis sepanjang 2019 membuat Saksansin tak terlalu mengumbar targetnya buat pertahankan gelar dalam kejuaraan kali ini. 

 

“Yang pasti saya akan berusaha mempertahankan gelar,” kata Saksansin yang kini berusia 26 tahun ini.

 

Perburuan gelar juga bakal datang dari Jazz Janewattananond. Pegolf Thailand itu pun mengincar gelar, pasca di BNI Indonesian Masters 2018 ia hanya berstatus runner up. Selain itu juga ada John Catlin, pegolf Amerika Serikat yang kini berada di urutan 192 dunia (official world golf ranking).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA