Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Bos Ferrari Akui Pernah Bertemu Lewis Hamilton

Jumat 13 Dec 2019 06:45 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Pembalap Mercedes asal Inggris Lewis Hamilton

Pembalap Mercedes asal Inggris Lewis Hamilton

Foto: EPA-EFE/YOAN VALAT
Kontrak Hamilton bersama Mercedes akan berakhir pada akhir musim 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ferrari mengakui pernah berbicara dengan Lewis Hamilton tentang potensi bergabungnya pembalap Mercedes itu ke Scuderia. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Eksekutif Ferrari, Louis Carey Camilleri.

Menurut Camilleri, Hamilton bertemu dengan bos Ferrari, John Elkann, saat waktu makan siang pada acara sosial. Ferrari sangat tersanjung dengan kedatangan Hamilton. Kendati demikian, Camilleri tak bisa memastikan apakah pembicaraan tersebut mengarah kepada kesepakatan.

"Ini benar-benar prematur, kami akan melihat opsi kami pada waktu yang tepat dan melihat apa yang paling cocok," ujar Camilleri dilansir dari BBC, Jumat (13/12).

Isu kepindahan pembalap asal Inggris itu ke tim rival memang santer berdengung dalam beberapa pekan terakhir. Kontraknya bersama Mercedes akan berakhir pada akhir musim 2020. Namun dalam beberapa kesempatan, Hamilton menginsyaratkan tetap bertahan di Mercedes.

Hamilton begitu hati-hati ketika menjawab pertanyaan mengenai isu ini. Di Abu Dhabi, ia mengatakan senang dengan keberadaannya sekarang ini bersama Mercedes. Maka dari itu tak mungkin hengkang begitu cepat dari timnya.

Hamilton tak menjawab pasti mengenai pertemuannya dengan bos Ferrari sebanyak dua kali tahun ini. Ia justru menuturkan akan menunggu nasib bosnya Toto Wolff apakah akan tetap bersama Mercedes atau tidak.

Wolff dikabarkan akan menggatikan Chase Carey pada 2021 sebagai kepala eksekutif F1. Namun isu itu mulai surut dan Ferrari dilaporkan keberatan.

"Siapa pun yang telah menjadi pemain aktif dan penting dalam tim tertentu dalam beberapa tahun terakhir lalu mengambil tanggung jawab di F1 akan menciptakan konflik kepentingan," kata Camilleri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA