Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Performa City Dinilai Turun, Guardiola: Itu Normal

Ahad 15 Dec 2019 08:20 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Bayu Hermawan

Pep Guardiola

Pep Guardiola

Foto: EPA-EFE/PAOLO MAGNI
Guardiola mengakui timnya sulit mempertahankan performa seperti musim lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Juara bertahan Liga Inggris, Manchester City, saat ini terpaut 17 poin dari pimpinan klaseman sementara Liverpool hingga pekan ke-17. Pelatih City, Pep Guardiola mengakui sulit bagi timnya untuk mempertahankan level permainan yang sama seperti musim sebelumnya.

City meraih trofi Liga Inggris dua musim beruntun, dengan mengumpulkan 198 poin, yang merupakan sejarah baru di sepak bola Inggris. Namun, setelah menyingkirkan Liverpool hanya dengan satu poin dalam perburuan gelar musim lalu, kini City tertinggal 17 poin di belakang skuat asuhan Juergen Klopp sebagai pemuncak klasemen.

Menurutnya, untuk bertahan di level yang sama selama tiga, empat sampai lima tahun itu sangat sulit. Karena itu ia mengakui kalau City saat ini sedang kesulitan untuk menyelesaikan tantangan dan masalah ini. Ia mengatakan, selama 11 tahun tak ada yang bisa meraih gelar Liga Inggris dua musim beruntun.

Namun ia bisa mewujudkannya dengan memenangkan 14 pertandingan secara beruntun. Tapi ia menyatakan kalau sebuah tim sepak bola sama seperti pemain NBA atau petenis besar, dimana kadang mereka mengalami masalah atau periode sulit.

"Saya bilang itu normal. Itulah mengapa saat orang-orang mengatakan kami tidak cukup bagus (sekarang), saya tidak bisa melupakan apa yang sudah dilakukan tim ini," tegasnya, seperti dikutip dari Sky Sports, Ahad (15/12).

Seperti diketahui, City saat ini terpaut 17 poin dari Liverpool di puncak klasemen. City berpeluang memangkas jarak jika berhasil mengalahkan Arsenal di Stadion Emirates pada Ahad (15/12) malam ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA