Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

11 Momen Besar Olahraga di Tahun 2019

Rabu 25 Dec 2019 21:04 WIB

Red: Agung Sasongko

Liverpool merayakan juara Liga Champions 2018/2019.

Liverpool merayakan juara Liga Champions 2018/2019.

Foto: AP Photo/Francisco Seco
Sepanjang tahun ini terjadi sejumlah momen besar olahraga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak lama lagi tahun 2019 segera berakhir. Sepanjang tahun ini terjadi sejumlah momen besar olahraga. 

Berikut sebelas momen besar olahraga yang dikutip dari 12 momen paling menarik tahun ini versi AFP.

Megan Rapinoe

Megan Rapinoe menjadi pusat perhatian saat penyambutan meriah manakala tim sepak bola putri AS muncul di New York pada 2 Juli atau dua hari setelah merebut gelar juara Piala Dunia Putri.

Rapinoe tampil garang di dalam maupun di luar lapangan, di antaranya saat menampik undangan Presiden Donald Trump ke Gedung Putih.

Siya Kolisi

Siya Kolisi memamerkan trofi Piala Dunia Rugby dalam parade kemenangan di Soweto pada 7 November. Kolisi, kulit hitam pertama yang menjadi kapten timnas Afrika Selatan, memimpin Springboks menjadi juara dunia lima hari sebelumnya di Yokohama.

Liverpool

Juara Eropa dan juara dunia klub ini mencatatkan momen paling indahnya tahun ini ketika pertandingan semifinal Liga Champions melawan Barcelona di Anfield pada 1 Mei ketika The Reds yang sudah tertinggal jauh 0-3 akibat hasil leg pertama, bangkit untuk melakukan salah satu pembalikan terbesar dalam sejarah sepak bola setelah menaklukkan si perkasa Barcelona 4-0 pada leg kedua.

Lewis Hamilton

Lewis Hamilton memastikan gelar juara dunia Formula Satu keenamnya di Grand Prix AS dengan menyisakan dua balapan musim ini. Dia mengakhiri musim ini dengan 11 kali menang dari 21 sirkuit untuk menjadi juara dunia tiga kali berturut-turut. Dia ini cuma berselisih satu gelar juara dunia dari pemegang rekor sepanjang masa Michael Schumacher.

Eliud Kipchoge

Eliud Kipchoge dari Kenya berlari pada 12 Oktober di sebuah taman di Wina yang telah didesain sedemikian rupa untuk menjadi manusia pertama yang menyelesaikan maraton dengan mencatat waktu di bawah dua jam. Catatan waktu ini berselisih dua menit dari rekor dunia resmi lari maraton yang juga menjadi miliknya, yakni 2:01:39, yang dia ciptakan di Berlin pada 2018.Simone Biles

Simone Biles kembali bersinar dalam kejuaraan dunia senam di Stuttgart pada Oktober. Di sini dia merebut lima medali emas lagi, sehingga total sudah mengoleksi 25 emas sepanjang kariernya. Pesenam Amerika Serikat berusia 22 tahun itu menyatakan akan mundur setelah Olimpiade Tokyo tahun depan.

Tiger Woods

Tiger Woods menunjukkan diri masih bertaji setelah menjuarai turnamen Masters pada 14 April yang merupakan trofi kejuaraan besar pertamanya dalam kurun 11 tahun. Woods telah membuktikan diri masih merupakan salah satu yang terbaik di golf.

Ben Stokes

Ben Stokes kembali masuk timnas kriket Inggris setelah skorsing pada 2017. Pada final melawan Selandia Baru, dia mencatat 84 not out untuk membawa Inggris juara dunia. Stokes menjadi "man of the match" dalam partai pemungkas ini.

Djokovic, Federer, Wimbledon

Novak Djokovic dan Roger Federer melewati batas manusia normal bertanding tenis saat bertemu pada final Wimbledon. Mereka bertarung selama 4 jam 57 menit untuk mempersembahkan permainan tenis paling mendebarkan yang berakhir lima set dimana Djokovic berhasil mempertahankan gelar. Ini juga final pertama Wimbledon yang berakhir dengan tie break pada set kelima.

Jepang

Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia rugby yang memesona. Mereka bersinar dalam kompetisi ini setelah dengan permainannya yang sangat energik membabat dua tim kuat, Selandia Baru dan Skotlandia, untuk mencapai delapan besar, namun dihentikan oleh Afrika Selatan yang kemudian menjadi juara dunia tahun ini.

Lindsey Vonn

Atlet ski alpen Lindsey Vonn menutup kariernya dengan persembahan medali lainnya. Ratu ski asal Amerika itu merasa tubuhnya sudah tak kuat untuk memenuhi ambisi dia mengejar rekor paling sering menjuarai Piala Dunia milik Ingemar Stenmark, namun dia masih tetap cepat, padahal usianya sudah 34 tahun, untuk merebut medali World Championship kedelapan di Are, Swedia. Dia sudah 19 musim berski dan memenangkan 82 perlombaan dalam Piala Dunia, yang keduanya adalah rekor untuk putri.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB