Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Messi dan Kontroversi di 2019

Sabtu 28 Dec 2019 18:25 WIB

Red: Agung Sasongko

Lionel Messi

Lionel Messi

Foto: EPA-EFE/MARTIN DIVISEK
Messi menjalani performa menawan dan menorehkan berbagai catatan mentereng di 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika Lionel Messi menerima trofi Ballon d'Or 2019, bukan saja ia memecahkan rekor enam kali memenangi anugerahsepak bola paling bergengsi sejagat itu. Tetapi juga memicu perdebatan di antara suporter layar laca merangkap netizen.

Pembelaan datang dari suporter garis keras pemain Argetina itu, sedangkan "hujatan" bertubi-tubi bermunculan dari mereka yang merasa rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo, atau bek Virgil van Dijk yang sukses menyulap pertahanan Luverpool lebih pantas menerimanya.

Angka-angka statistika digelontorkan, silogisme dimuntahkan, hanya untuk memperdebatkan satu nama yakni Lionel Messi, topik yang nyatanya masih menjadi bahan pembicaraan paling menarik dari dunia sepak bola untuk tahun 2019.

Dalam usia 32 tahun, bukan umur prima untuk sepak bola modern yang menuntut kebugaran optimal hampir di setiap pertandingan, Messi masih menempatkan dirinya sebagai salah satu magnet utama perhatian sepak bola dunia.

2019 dari kaca mata Messi

Messi menjalani performa menawan dan menorehkan berbagai catatan mentereng untuk bisa mengantarkan trofi Ballon d'Or 2019 mendarat di genggamannya.

Terlepas dari nasib ironis yang dialami di Liga Champions serta Copa del Rey, Messi tidak bisa dipungkiri menjadi satu-satunya alasan Barcelona bisa memenangi gelar juara La Liga sekaligus menyelamatkan pekerjaan sang manajer Ernesto Valverde di Nou Camp.

Gol tunggal Messi ke gawang Levante pada 27 April memastikan gelar juara La Liga Spanyol bagi Barcelona saat musim 2018/19 masih menyisakan tiga pertandingan untuk dijalani.

Kala itu, Messi hanya berjarak dua trofi untuk menyamai rekor legenda Manchester United Ryan Giggs yang memenangi 36 trofi bersama satu klub sepanjang kariernya. Namun, Liverpol dan Valencia mencegah hal itu terjadi di Liga Champions dan Copa del Rey.

Messi menyabet gelar El Pichichi alias pemain tersubur di Liga Spanyol ketiganya dalam tiga musim beruntun ketika mengakhiri 2018/19 dengan torehan 36 gol. Koleksi gol itu mengantarkan pula trofi Sepatu Emas Eropa ketiganya dalam tiga musim beruntun dan total enam kali sepanjang kariernya.

Tak hanya jadi pencetak gol terbanyak, Messi juga memuncaki daftar pengirim assist di Liga Spanyol 2018/19 dengan catatan 13 kiriman setara dengan Pablo Sarabia yang kemudian hijrah dari Valencia ke Paris Saint-Germain.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA