Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Mereka yang Gantung Sepatu Pada 2019

Ahad 29 Des 2019 13:01 WIB

Red: Ratna Puspita

Robin van Persie

Robin van Persie

Foto: M Risyal Hidayat/Antara
Pada 2019, sejumlah pesepak bola papan atas, dalam dan luar negeri, pensiun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selayaknya olahraga lain, karier sebagai pesepak bola bukan karier yang panjang. Umumnya, mereka mampu bermain sampai usia 30 tahunan sebelum kemudian suka atau tidak suka harus gantung sepatu, meski pada beberapa kasus dapat saja usia pensiun mereka menjadi lebih panjang atau justru lebih cepat karena cedera atau hal-hal lain.

Pada 2019, sejumlah pesepak bola papan atas, dalam dan luar negeri, mengambil salah satu keputusan penting mereka yakni gantung sepatu. Sebagian di antara mereka pernah mencicipi prestasi puncak, sedangkan beberapa di antaranya pernah menjulang namanya kemudian harus melewatkan masa tua di klub-klub kecil.

Inilah daftar aktor lapangan hijau yang gantung sepatu pada 2019:

1. Xavi Hernandez Creus

photo
Xavi Hernandez (EPA-EFE)

Xavi merupakan sosok yang disebut-sebut merupakan salah satu pemain terbaik Spanyol sepanjang masa. Gelandang bertubuh mungil untuk ukuran Eropa itu (170 cm) bergelimang gelar saat membela klub Katalan Barcelona.

Di Barca, Xavi membawa klub itu memenangi delapan gelar Liga Spanyol, tiga Piala Raja, dan enam Piala Super Spanyol. Kedigdayaan Xavi dan Barcelona tidak terhenti di kancah domestik, panggung Eropa juga menjadi ranah tempat ia mendulang prestasi. Tercatat Xavi empat kali membawa Barcelona menjuarai Liga Champions, dua kali Piala Super Eropa, dan dua kali Piala Dunia Antar Klub.

Nama pemain yang juga diidolakan oleh legenda Moto GP Valentino Rossi itu juga harum saat membela timnas Spanyol. Bahu-membahu bersama sebagian pemain Barca dan Real Madrid, Xavi merupakan sosok penting saat Spanyol merajai Eropa dan dunia pada satu dekade silam.

La Furia Roja dibawanya menjadi kampiun Piala Eropa 2008 dan 2012, serta Piala Dunia 2010. Suatu pencapaian yang sulit diulangi timnas Spanyol saat ini dan tahun-tahun mendatang.

Sayang sepanjang kariernya Xavi belum pernah sekalipun memenangi penghargaan individual paling prestisius Ballon d'Or. Pencapaian terbaiknya dalam penghargaan itu adalah menduduki peringkat ketiga pada 2009, 2010, dan 2011.

Xavi resmi gantung sepatu pada Mei 2019, setelah memperkuat klub Qatar Al Sadd selama empat musim. Al Sadd merupakan satu-satunya klub selain Barcelona yang pernah dibela oleh sosok 39 tahun itu.

Tetapi setelah pensiun, Xavi ternyata tidak bisa jauh dari lapangan sepak bola. Saat ini ia merupakan pelatih Al Sadd, dan turut serta membawa klub itu tampil di Piala Dunia Antar Klub 2019, sebelum dikalahkan wakil Afrika Esperance Tunisia dengan skor 2-2019, pada perebutan peringkat kelima.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA