Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Bung Kus: Jadwal tidak Pasti Ganggu Persiapan Klub

Ahad 05 Jan 2020 17:30 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Yudha Manggala P Putra

Mohamad Kusnaeni

Mohamad Kusnaeni

Foto: journalisticnews.blogspot.com
PT Liga Indonesia Baru belum memberi kepastian kapan Liga I 2020 dimulai.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kompetisi Liga 1 2019 berakhir pada 22 Desember lalu. Sayangnya, PT Liga Indonesia Baru sebagai operator Liga belum memberi kepastian kapan Liga 1 2020 mulai.

Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni mengakui hal tersebut bisa mengganggu persiapan tim. Apalagi saat ini bursa transfer pemain sedang dibuka.

"Saya pikir biasanya klub merujuk dengan jadwal. Jadi sebetulnya setelah kompetisi berakhir sudah tersusun jadwal baru untuk musim depan," kata pria yang biasa disapa Bung Kus, Ahad (5/1).

Bung Kus menyebut harusnya jadwal baru sudah ada sebelum kompetisi Liga 1 2019 berakhir. Dengan catatan regulasi dan jadwal tentatif satu putaran sudah dirilis. "Jadi klub punya gambaran apa yang menuju musim baru. Istilahnya pelatih bisa menyusun periodesasi hingga kompetisi dimulai," kata Bung Kus.

Dia menyebut penyusunan periodesasi tersebut yang bisa menentukan suatu tim bisa berjalan baik di kompetisi. Karena setiap individu akan memiliki kondisi berbeda setelah libur selesai.

Sayangnya, persiapan pun bisa saja terganggu dengan turnamen pramusim. Bung Kus mencontohkan bagaimana Piala Presiden yang memiliki esistensi besar justru bisa menjadi bumerang bagi klub.

"Karena di mata publik turnamen itu seolah-olah jadi gambaran tim untuk musim depan. Ini juga publik harus diedukasi, bahwa turnamen pramusim. Itu jangan selalu dilihat sebagai gambaran untuk musim depan," katanya.

Akibatnya, banyak tim yang mendapat tekanan dari suporter ketika timnya gagal di Piala Presiden. Tak jarang usai turnamen ada pergantian pemain dan pelatih yang dilakukan. Hal tersebut yang membuat persiapan kompetisi bisa terganggu.

"Karena pramusim itu istilahnya pemain belum sampai di level ideal di level kerja sama yang baik, gimana mau ngukur performa kalau situasinya seperti itu dan ini yang harus dipahami bersama-sama," kata Bung Kus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA