Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Zidane Sang Penguasa Final untuk Real Madrid

Senin 13 Jan 2020 14:39 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane

Foto: EPA-EFE/Fernando Villar
Zinedine Zidane telah memenangkan sembilan laga final berturut-turut untuk Madrid.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Zinedine Zidane adalah spesialis partai final. Zidane membawa Real Madrid menang atas Atletico Madrid pada laga final Piala Super Spanyol, Senin (13/1).

Baca Juga

Madrid membawa pulang trofi Piala Super Spanyol dari Jeddah, Arab Saudi, setelah menang dalam adu penalti. Trofi tersebut pun kian menegaskan jika Zidane adalah rajanya laga final. Ia telah memenangkan sembilan laga final berturut-turut.

Pelatih asal Prancis itu telah memenangkan 10 trofi sebagai pelatih Real Madrid. Sembilan di antaranya datang setelah juara La Liga Spanyol pada musim 2016/2017.

Final pertamanya sebagai pelatih Madrid, yaitu pada final Liga Champions 2016. Saat itu Los Blancos juga mengalahkan Atletico Madrid lewat adu penalti di Kota Milan, Italia. Beberapa bulan kemudian, Madrid mengalahkan Sevilla 3-2 pada Piala Super Eropa, sebelum trofi lain didapat pada kompetisi Piala Dunia Antarklub melawan Kashima Antlers.

Pada tahun berikutnya Madrid kembali membuktikan sebagai klub terbaik di dunia, saat tampil di final Liga Champions. Pertandingan di Cardiff tersebut dimenangkan Madrid usai mempermalukan Juventus 4-1 pada 2017.

Manchester United jadi korban selanjut Zidane pada laga final. Saat itu, Zidane memenangkan gelar Piala Super Eropa lagi setelah menang 2-1 di Makedonia.

Zidane kemudian menumbangkan rival abadi timnya Barcelona pada final Piala Super Spanyal 2017. Mesin kemenangan Zidane kembali berjaya di Abu Dhabi, usai menang di final Piala Dunia Antarklub melawan Gremio.

Zidane kemudian membuktikan diri sebagai pelatih paling sukses di Santiago Bernabeu, setelah membawa Los Galacticos juara Liga Champions tiga kali beruntun. Pertandingan di Kiev, Ukraina, tersebut jadi tempat unjuk gigi Gareth Bale yang mencetak gua gol ke gawang Liverpool.

Kemenangan terakhir di Jeddah lagi-lagi membuktikan Zidane sebagai juru selamat Madrid, yang sempat melempem saat ditinggalkannya.

Zidane pun heran bisa membawa Real Madrid menang sembilan kali beruntun saat tampil di final. ''Saya tidak tahu mengapa kami bisa memenangkan sembilan (kali) dari sembilan (final),'' kata Zidane, dikutip dari Marca, Senin (13/1).

Namun pada akhirnya, lanjut Zidane, berjuang bersama dan mempersiapkan pertandingan dengan baik adalah kunci kesuksesannya. Tapi, Zidane mengungkapkan, kalau itu semua sesuai dengan keinginan klub. Meskipun Zidane tak pernah sesumbar bisa menang pada laga final hal yang mudah. Ia hanya meminta timnya sabar dan tenang.

Setelah ini, Zidane menyatakan Madrid masih punya banyak kompetisi untuk dilalui. Sehingga memperingkatkan timnya untuk tidak larut dalam kebahagiaan.

Sebab pemain hanya punya waktu sedikit istirahat dan kemudian bertanding lagi. Karena itu, Zidane tak ingin Piala Super Spanyol ini jadi alasan pemainnya nanti saat performa menurun. ''Sekarang, kami akan menikmati (kemenangan ini), tapi masih ada jalan panjang untuk melaju di La Liga Spanyol, Liga Champions, dan Copa del Rey,'' tegas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA