Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Jadi Caketum PGI DKI, Reza Rajasa Ingin Bangun Ekosistem

Rabu 15 Jan 2020 05:30 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Reza Rajasa (ketiga kiri duduk) bersama tim sukses dan klub-klub pendukungnya. Reza akan melakukan deklarasi sebagai Caketum PGI DKI Jaya secara resmi pada Kamis (16/1).

Reza Rajasa (ketiga kiri duduk) bersama tim sukses dan klub-klub pendukungnya. Reza akan melakukan deklarasi sebagai Caketum PGI DKI Jaya secara resmi pada Kamis (16/1).

Foto: Dok. Rep
Pembinaam usia muda juga menjadi fokus Reza Rajasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus cabang olahraga (cabor) golf wilayah DKI Jakarta Raya (Jaya) mencari Ketua Umum (Ketum) baru. Melihat terbukanya kesempatan, pebisnis muda, Reza Rajasa, resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketum (Caketum) Pengurus Golf Indonesia (PGI) DKI Jakarta Raya.

 

Seluruh persyaratan dan berkas telah ia dan tim suksesnya serahkan kepada sekretariat tim penjaringan dan penyaringan PGI DKI Jaya di Rawamangun Jakarta Golf Club, Selasa (14/1). Dalam kegiatan bincang-bincang dengan media yang dilakukan setelah pendaftaran, Reza mengemukan sejumlah mimpi yang dibawanya untuk memimpin PGI DKI Jakarta.

 

Menurut dia, proses pencalonannya sudah dimulai sejak tiga bulan terakhir. Dia mengatakan, seluruh tahapan ia lalui dengan maksud memberikan kontribusi kepada dunia golf Tanah Air.

 

Prioritas utama yang Reza ingin wujudkan adalah membangun ekosistem golf di Jakarta sebagai barometer golf Indonesia. Menurut dia, dengan jumlah keanggotaan terbesar di Tanah Air, 96 klub, PGI DKI punya kekuatan mumpuni untuk menjadi motor penggerak golf Indonesia menuju arah progresif.

 

"Niat saya solid, saya suka golf, saya punya riwayat organisasi, saya punya waktu, saya akan dedikasikan waktu untuk golf di Jakarta.

Salah satunya adalah penguatan ekosistem. Membangun ekosistem artinya membawa bangsa ini mencintai golf," kata dia menanggapi pertanyaan Republika, di lokasi.

 

Reza tak menampik, stigma cabor golf masih eksklusif bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Cap golf sebagai olahraga hiburan, mahal, dan kelas atas, tak mudah untuk diubah. Inilah tantangan yang menurut Reza harus segera dihadapi oleh generasi muda sepertinya.

 

Reza mengatakan, semua anak di Bumi Pertiwi punya mimpi yang tinggi. Menurut dia, mustahil tidak ada anak yang tak sedikitpun terlintas ingin menjadi atlet golf.

 

Namun, dia menyadari, belum inklusifnya golf kadang membuat mimpi-mimpi calon-calon bintang masa depan itu sirna. Oleh karena itulah, Reza ingin membuat golf punya ekosistem yang ramah kepada siapapun agar setiap orang bisa mempunya kesempatan setara untuk mencicipi olahraga stik dan bola ini.

 

"Kita ambil contoh esports, cabor yang baru diakui tapi langsung melejit. Itu karena ekosistemnya sudah terbangun sebelumnya. Semua orang main game sehingga ketika ada wadahnya, mereka semua kompak memajukan," kata Reza.

 

Seiring dengan pembentukan ekosistem, Reza juga memilih pembinaan usia dini sebagai fokusnya. Menurut dia, dunia golf Indonesia, khususnya Jakarta, harus memiliki pencari-pencari bakat yang jeli.

 

Reza meyakini 96 klub golf di Jakarta punya banyal talenta muda yang bisa diasah secara serius agar bisa membawa nama Indonesia berprestasi di kancah Internasional. Reza tak memungkiri, saat ini, cabor golf Indonesia belum dipandang sebagai olahraga pencetak prestasi. Itu tergambar dari sepak terjang atlet-atlet Indonesia yang mengikuti sejumlah kejuaraan internasional baik single event maupun multi event yang belum bisa maksimal. 

 

Contoh paling jelas terlihat pada gelaran pesta olahraga Asia Tenggara, SEA Games Filipina akhir tahun lalu. Pada pertandingan yang digelar di Luisita Golf and Country Club, Tarlac City itu, pasukan Merah Putih tak mampu membawa pulang medali. 

 

"Kita harus memulai ini dari usia dini. Mereka inilah masa depan golf Indonesia, jika tidak terus dipelihara, maka siapa yang akan menyukai golf," ujar Reza.

 

Reza pun berharap dukungan dari semua pihak termasuk klub-klub anggota PGI DKI Jaya. Andai dipercaya sebagai Ketum yang waktu pemilihannya akan digelar pada Ahad (19/1), Reza ingin seluruh klub menopang kepengurusannya.

 

"Ibarat solat, makmum jangan jauh-jauh dari imam. Selalu bersama, kita bangun ekosistem golf," kata dia.

 

Ketua tim sukses Caketum Reza Rajasa, Bimo Baskoro mengatakan, dari total jumlah klub di PGI DKI Jaya, mayoritas telah menyampaikan dukungannya kepada sosok bernama lengkap Muhammad Reza Ihsan Rajasa tersebut. "Saya bisa katakan 80 persen dukungan ke kami. Deklarasi secara resmi akan kami lakukan pada Kamis (16/1)," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA