Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Alasan Inter Gagal Petik Poin Penuh di Kandang Lecce

Senin 20 Jan 2020 03:15 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Yudha Manggala P Putra

Antonio Conte

Antonio Conte

Foto: EPA-EFE/Wallace Woon
Pelatih Inter Milan Antonio Conte mengungkap alasan timnya tidak maksimal lawan Lecce

REPUBLIKA.CO.ID, LECCE -- Pelatih Inter Milan Antonio Conte menilai, kegagalan La Beneamata memetik poin penuh di laga kontra Lecce disebabkan ketidakmampuan anak-anak asuhnya untuk mempertahankan intensitas permainan. La Beneamata memang harus puas dengan raihan satu poin usai ditahan imbang Lecce, 1-1, dalam lawatan ke Stadion Via del Mare pada gionarta ke-20 Serie A, Ahad (19/1) malam WIB.

Di laga tersebut, Inter Milan mampu membuka keunggulan lewat torehan gol Alessandro Bastoni pada menit ke-71. Namun, keunggulan Inter Milan hanya bertahan selama enam menit. Tim tuan rumah berhasil membalas lewat torehan gol dari Marco Mancosu. Skor imbang 1-1 pun akhirnya bertahan hingga laga usai.

Ini menjadi hasil imbang kedua Inter Milan di pentas Serie A secara beruntun. Pada giornata ke-19 Serie A, akhir pekan lalu, La Beneamata juga gagal memetik poin penuh usai ditahan imbang Atalanta, 1-1. Conte pun menyebut, Inter Milan merupakan tim yang mengandalkan intensitas permainan yang tinggi.

Saat gagal mempertahankan intensitas permainan tersebut, maka Inter Milan cenderung kehilangan tiga poin, yang semestinya bisa didapatkan dengan mudah. Kondisi inilah yang terjadi di dua laga terakhir Inter Milan di Serie A, termasuk kala ditahan imbang Lecce.

''Kami adalah tim yang harus berlari dengan kecepatan 100 kilometer per jam. Jika satu pemain di bawah standar, atau tidak bisa mengikuti kecepatan itu, maka kami tidak bisa dan akan berakhir memetik hasil imbang di laga yang seharusnya bisa kami menangkan,'' ujar Conte seperti dikutip Football Italia, Senin (20/1) dini hari WIB.

Mantan pelatih timnas Italia itu pun mewanti-wanti anak-anak asuhnya untuk bisa kembali menampilkan intensitas tinggi di setiap laga. Ini diperlukan Inter Milan untuk terus bertahan dan menjaga persaingan dengan Juventus dalam perburuan gelar Scudetto pada musim ini. Conte pun berharap, timnya bisa mengulangi performa impresif seperti pada awal musim ini.

''Sebenarnya, kami mengawali kompetisi ini dengan sangat baik dan bisa tampil secara konsisten. Namun, jika kami tetap melaju dengan kecepatan permainan rata-rata, maka kami tidak memiliki apa yang diperlukan untuk bisa membawa pulang poin penuh,'' tutur Conte.

Kegagalan memetik poin penuh di dua laga terakhir Serie A memang berimbas pada usaha Inter Milan untuk terus bersaing dengan Juventus dalam perebutan posisi teratas klasemen sementara. Berada di peringakat kedua, La Beneamata kian tertinggal dari Si Nyonya Tua, yang kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 48 poin dari 19 laga dan unggul satu poin atas Inter.

Bahkan, Si Nyonya Tua memiliki kesempatan untuk melebarkan jarak poin dengan Inter Milan menjadi empat angka apabila mampu memetik kemenangan kala menerima lawatan Parma di Stadion Allianz, Turin, saat melakoni laga pada giornata ke-20, Senin (20/1) dini hari WIB.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA