Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

MU Harus Beli Enam Pemain untuk Bersaing di Liga Inggris

Selasa 21 Jan 2020 10:04 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Para pemain Manchester United. Ilustrasi.

Para pemain Manchester United. Ilustrasi.

Foto: EPA/PETER POWELL
Ini saatnya MU mengambil langkah darurat untuk menghentikan kemerosotan skuatnya.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Manchester United (MU) diminta untuk bereaksi usai dikalahkan Liverpool 0-2, Ahad (19/1) lalu. Menurut legenda United, Garry Neville, skuat Iblis Merah paling tidak membutuhkan lima sampai enam pemain lagi untuk bisa bersaing di papan atas Liga Primer Inggris.

Sebab, kekalahan di Anfield tersebut membuat MU tertinggal 30 poin dari the Reds di puncak klasemen. Bagi Neville, ini waktunya untuk mengambil langkah darurat untuk menghentikan kemerosotan MU.

''Mereka harus benar-benar bereaksi cepat dan itu artinya mereka harus membuat keputusan bagus,'' ujar Neville dikutip dari Sky Sports, Selasa (21/1).

Menurut mantan bek MU tersebut, terlihat nyata kalau skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer mengalami frustrasi selama beberapa tahun terakhir. Sementara, petinggi MU dinilai telah melakukan investasi yang buruk, khususnya dalam hal pembelian pemain.

Neville menyatakan, petinggi MU tak melakukan apapun untuk membuat klub kembali berkuasa. Justru, MU seolah nyaman melihat Liverpool terus menguasai liga selama dua musim terakhir.

''Itu merupakan hal paling menyakitkan. Saya berharap semua orang di dalam dewan eksekutif Man United, berada di sini merasakan pahit dari fan mereka,'' ucap Neville.

Apalagi, dalam enam bulan ke depan situasinya akan semakin sulit. Sebab, MU dihajar oleh badai cedera beberapa pemain inti, setelah Marcus Rashford dipastikan absen selama tiga bulan ke depan. Padahal, Rashford menjadi tumpuan MU dalam mencetak gol.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA