Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Ini 3 Alasan Liverpool akan Kesulitan Raih Gelar Invincible

Rabu 22 Jan 2020 08:51 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Liverpool Juergen Klopp.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp.

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Liverpool masih memiliki banyak pertandingan menghadapi tim-tim sulit.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Setelah merebut kemenangan meyakinkan kontra Manchester United (MU) akhir pekan lalu, Liverpool menjadi tim yang paling berpeluang meraih gelar juara Liga Primer Inggris pertamanya musim ini. Selain itu, Liverpool juga belum terkalahkan musim ini di liga.

Liverpool masih kukuh di puncak klasemen sementara dengan 64 poin. The Reds meninggalkan Manchester City yang berada di peringkat dua dengan mengoleksi 48 poin. Tabungan satu pertandingan pun berpotensi membawa Liverpool menjauhkan jarak menjadi 19 poin.

Kendati demikian, analis sepak bola senior Sportskeeda, Scott Newman, menyebut Liverpool tak akan menyelesaikan Liga Primer tanpa kalah sama sekali. Scott menyampaikan, ada tiga faktor yang menjadi penghalang Liverpool menyamai gelar Arsenal yang pernah menjadi juara dengan status 'unbeaten'.

Menurut Scott, penyebab utama Liverpool akan kesulitan untuk tidak terkalahkan adalah karena masih memiliki banyak pertandingan menghadapi tim-tim sulit. Pekan depan, skuat asuhan Juergen Klopp akan bertandang ke kandang Wolverhampton Wanderers. Di laga berikutnya, Liverpool bakal melakoni laga derbi Merseyside kontra Everton.

Kemudian, Liverpool masih harus menghadapi Manchester City di Etihad Stadium, lalu melawan dua tim raksasa London, Arsenal dan Chelsea, di bulan April.

Scott menyebut Liga Champions sebagai kompetisi yang dapat memengaruhi kondisi seluruh pemain. Status juara bertahan yang tersemat di dada penggawa Liverpool dianggap akan menjadi beban, Apalagi saat berhadapan dengan lawan berat, yakni Atletico Madrid di babak 16 besar.

Menurut Scott, hal tersebut pernah dialami oleh Arsenal di musim 2003/2004. Tim berjuluk The Gunners itu masih menjadi satu-satunya tim berstatus 'invincible' atau meraih gelar Liga Primer Inggris tanpa terkalahkan. Namun di Liga Champions pada musim yang sama, Arsenal harus tersingkir di babak perempat final.

Yang terakhir, Scott menitikberatkan analisisnya pada suporter Liverpool yang dinilai menggebu-gebu bahwa timnya akan segera juara musim ini. Menurutnya, antusiasme berlebihan penonton dapat menjadi bumerang bagi diri the Reds jika harapan tak sesuai dengan realita.

Menurut Scott, Liverpool memang memiliki kans besar untuk juara. Meski demikian, Mohamed Salah dan kawan-kawan masih memiliki jalur panjang menuju titel juara, terlebih lagi untuk menyamai rekor Arsenal sebagai tim yang tak terkalahkan saat merebut trofi Liga Primer.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA