Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sihir Newcastle di Injury Time

Rabu 22 Jan 2020 14:57 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Agung Sasongko

Laga Everton vs Newcastle United.

Laga Everton vs Newcastle United.

Foto: Martin Rickett/PA via AP
Newcastle United secara dramatis menahan seri Everton 2-2 did Goodison Park

REPUBLIKA.CO.ID,  LIVERPOOL -- Newcastle United secara dramatis menahan seri Everton 2-2 did Goodison Park, Rabu dini hari. Dua gol di masa injury time menghindari the Toon Army dari kekalahan. 

Hingga menit ke-93, Newcastle tertinggal dua gol dari Everton lewat Moise Kean (30), Dominic Calvert-Lewin (54). Namun, the Magpies kembali membuktikan daya magis, seperti saat mengalahkan Chelsea pekan lalu dengan gol di menit 94.

Saat memasuki 94, Lejeune mencetak gol akrobatik dengan tendangan salto. Ia pun tak merayakan gol tersebut dan langsung cepat-cepat membuat Everton melakukan kick-off. Newscastle langsung bergerak cepat dan mengurung tuan rumah di wilayah pertahanan mereka. Hanya butuh satu menit, Lejeune yang masuk pada babak kedua itu kembali membobol gawang Jordan Pickford.

Gol di menit 95 itu sempat kontroversi karena Pickford menahan bola keluar. Namun, bekar teknologi garis gawang, terlihat kiper internasional Inggris itu menahan bola saat sudah di dalam gawang. Lejeune pun jadi pahlawan Newcastle dengan dua golnya dalam waktu 102 detik.

Hasil ini membuat Newcastle mencatatkan sejarah di Liga Inggris, yang mampu mencetak dua gol dalam waktu injury time. Bukan itu saja, Newcastle juga jadi tim paling banyak yang beknya mencetak gol. Total sudah 12 gol disumbang dari pemain belakang mereka dalam ajang Liga Inggris musim ini, empat gol lebih banyak dari tim manapun.

''Dengan semua masalah di sana, mendapatkan dua gol pada injury time adalah luar biasa. Mereka tidak menyerah meski mengalami masalah,'' ungkap pelatih Newcastle, Steve Bruce, dikutip dari Sky Sports, Rabu (22/1).

Aksi heroik Newcastle itu pun membuat pelatih Everton, Carlo Ancelotti kecewa. Sebab ia merasa skuatnya sudah tampil dengan sangat baik dan layak untuk menang. ''Ada beberapa hal dalam sepak bola yang tak bisa Anda kontrol dan dalam dua menit terakhir kami tidak bisa kontrol, kami tak beruntung,'' ucap Ancelotti. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA