Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Victim Esports Awali 2020 dengan Hujan Prestasi

Jumat 24 Jan 2020 20:34 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Selebrasi Victim Esports.

Selebrasi Victim Esports.

Foto: Dok. VE
Bulan ini, tujuh gelar bergengsi berhasil Victim Esports koleksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sempat menjadi tim kuda hitam di tahun 2019, membuka tahun 2020 dengan berbagai prestasi gemilang. Tercatat, Victim Esports berhasil menyabet tujuh gelar juara yang tersebar di berbagai kategori dan event esports.

 

“Bukan tidak mungkin kami akan menjadi tim esports terkuat tahun ini,” ujar General Manager dari Victim Esports Rickel Effendy di Jakarta, Jumat (24/1).

 

Prestasi pertama datang dari Predator League 2020 yang dilangsungkan di Jakarta 18-19 Januari 2020. Pada turnamen yang berlangsung dua hari ini, Victim Reality dan Victim Rise harus berjibaku melawan tim-tim besar seperti Alter Ego, BCS Raven, ONEPIECE-RG, dan banyak lagi.

 

Pada hari pertama turnamen, Victim Rise membukukan tiga kali Chicken Dinner yang membuat perolehan angka mereka sulit untuk dibendung oleh tim lainnya. Dari situ Victim Rise dan Victim Reality keluar sebagai juara satu dan dua, dengan total perolehan poin sebesar 91 poin untuk Victim Rise dan 52 poin untuk Victim Reality. 

 

Berkat kemenangan ini, Victim Rise menjadi wakil Indonesia untuk berlaga di grand final APAC Predator League 2020 yang bakal berlangsung di Manila, Filipina.

 

Prestasi kedua dari tim Victim Esports datang dari para srikandinya yang berlaga di Female Gaming League (FGL) Minor Season 2 yang berlangsung selama dua hari. Pada turnamen tersebut, Victim Ladies berhasil menyabet juara satu dengan 176 poin, dan memastikan satu slot untuk Victim Ladies di FGL Mayor. 

Dalam perjalanannya di turnamen tersebut Victim Ladies berhasil mengandaskan tim-tim ladies kelas atas sekelas Belletron Swans, Dranix Esports, RRQ Hikari, dan EVOS 4S Ladies.

 

Salah satu pemain Victim Ladies, Victim|GaDita berhasil membukukan Terminator. Ia melumpuhkan 26 musuh sehingga menjadikan dirinya sebagai pemain paling berbahaya di turnamen tersebut. Selain FGL Minor Victim Ladies juga sempat bercokol pada posisi kedua di turnamen Girls Power yang berlangsung di Pantai Indah Kapuk. 

 

Walau hanya berada di posisi kedua, Victim Ladies bersaing ketat dengan Belletron Esports, Boom Siren, dan RRQ Hikari.

Prestasi terakhir dan terbanyak datang dari tim Mobile Legends Ban Bang Victim Esports. Tercatat ada tiga gelar yang berhasil dikantungi oleh tim yang berisikan Sanztify, XinThink, SaanJi, RENBO, OnMyWay, dan FLAMMING ini.

 

Victim Esports berhasil meraih gelar juara di Mobile Legends: Bang Bang Intercity (MIC) Legends of Nusantara. Game yang berlangsung selama empat babak ini dimulai dengan kemenangan Victim Esports di dua game pertama. Sayang pada game ketiga mereka mencoba meta yang unik dengan memasukkan Eudora. Untunglah pada game keempat Victim Esports kembali bangkit dan menutup permainan dengan skor 3 vs 1.

 

Gelar kedua di Mobile Legends diraih IndiHome Esports League. Sayang pada event tersebut Victim Esports harus tunduk di tangan Recca Esports dengan skor 1-3.

Kekalahan di IndiHome Esports League bisa dibayar lunas oleh Victim Esports di turnamen PlayPay Esports Tournament. Pada turnamen tersebut Sanztify dan kawan-kawan berhasil menghancurkan Recca secara langsung tanpa balas. Kemenangan ini membuat Victim berhasil meraih hadiah satu unit mobil.

 

“Tahun ini bakal banyak yang berubah, begitupun dengan peta pertempuran tim-tim esports yang eksis di Indonesia. Tapi tidak semua tim memulai awal tahun dengan segudang prestasi seperti Victim Esports,” tegas Rickel.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA