Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Atlet Bulu Tangkis Indonesia Batal Ikut Turnamen di China

Selasa 28 Jan 2020 07:36 WIB

Red: Israr Itah

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Indonesia awalnya hendak mengirim 44 pemain ke Lingshui China Masters 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memutuskan membatalkan keberangkatan tim bulu tangkis dari kejuaraan Lingshui China Masters 2020 karena wabah virus Corona yang melanda China. Turnamen level Super 100 itu rencananya akan digelar di Kota Lingshui, 25 Februari-1 Maret.

Baca Juga

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menyampaikan, Indonesia awalnya hendak mengirim 44 pemain ke Lingshui China Masters 2020, di antaranya Juara Dunia Junior 2019, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah dan lainnya.

"Situasi di China kurang kondusif, wabah virus Corona ini kan membahayakan sekali. Kami harus menjaga pemain kami. Kami dapat info juga beberapa tim Indonesia dari cabor lain yang sedang latihan di Tiongkok, juga sudah ditarik kembali ke Indonesia," kata Susy dalam keterangan media yang diterima Republika.co.id pada Senin (27/1). 

Ia mengakui belum ada travel warning ke China. Namun PBSI memikirkan masa depan atlet-atlet muda dan menjaga mereka dari wabah virus mematikan tersebut. PBSI, kata Susy, mencari aman, apalagi menjelang Olimpiade 2020.

Susy mengatakan, PP PBSI tetap menjaga hubungan baik dengan asosiasi bulu tangkis China dengan memberi penjelasan terkait penarikan pemain dari kejuaraan berhadiah total 90 ribu dolar AS tersebut. 

Menurutnya, PP PBSI juga telah memberikan laporan penarikan pemain di turnamen itu kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui Kasubid Hubungan International PP PBSI, Bambang Roedyanto.

PP PBSI kemungkinan besar juga akan membatalkan keberangkatan pemain ke Badminton Asia Championship 2020 yang rencananya akan dilangsungkan di Wuhan, awal April. Wuhan merupakan kota pertama di China yang menjadi lokasi penemuan warga setrmpat yang terjangkit virus Corona. Susy berpendapat, kemungkinan besar turnamen tersebut bisa saja dipindahkan ke negara lain. Sebab, kejuaraan itu merupakan penentu akhir poin menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Tim Indonesia tetap dijadwalkan mengikuti turnamen Badminton Asia Team Championship 2020 yang akan dilangsungkan di Manila, Filipina, 11-16 Februari. 

Sejauh ini, belum ada travel warning terkait virus Corona di Filipina. Namun beradasarkan imbauan dari pemerintah, para atlet dan tim wajib diberi vaksin Polio sebagai tindakan preventif, sama seperti sebelum keberangkatan tim SEA Games 2019 lalu ke Manila. Tim Badminton Asia Team Championship 2020 rencananya akan bertolak dari Jakarta menuju Manila pada Sabtu (1/2).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA