Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Wabah Corona, AFC Ubah Jadwal Kualifikasi Sepak Bola Wanita

Jumat 31 Jan 2020 07:41 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Israr Itah

Logo Olimpiade Tokyo 2020.

Logo Olimpiade Tokyo 2020.

Foto: EPA
Pemain timnas China dikarantina di Brisbane terlebih dahulu hingga 5 Februari.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Kualifikasi sepak bola wanita Olimpiade 2020 bukan hanya resmi dipindahkan ke Sydney, Australia. Namun ajang yang sebelumnya direncakan digelar di Wuhan, China, juga dijadwal ulang mengantisipasi wabah virus corona.

Baca Juga

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) sudah memindahkan pemain tim nasional (timnas) China, Australia, Taiwan, dan Thailand ke  Australia. Para penggawa timnas Cina yang tiba sejak dua hari lalu, dikarantina di Brisbane terlebih dahulu hingga 5 Februari. Seperti diberitakan Reuters, tak ada satu pun pemain China yang terkontaminasi virus corona. 

Karantina terhadap pemain Cina membuat pertandingan melawan Thailand harus ditunda. Penyelenggara mengganti jadwal laga itu dari 3 Februari menjadi 6 Februari. 

Pertandingan selanjutnya antara China melawan Australia tetap digelar 12 Februari. Federasi Sepak Bola Australia (FFA) pun turut memberui pernyataan terkait pemindahan lokasi kualifikasi ini. 

"Seperti biasa, kesehatan semua orang akan menjadi fokus. Dari pemain, ofisial, supporter, dan para kontraktor akan menjadi prioritas utama kami," kata Ketua FFA, James Johnson. 

"Format baru ini membuat kami harus menjadikan pertandingan sebagai prioritas. Kami akan menyambut semua tim dan menyukseskan turnamen," ujarnya melanjutkan. 

Tak hanya sepak bola, cabang olahraga lain juga mengalami gangguan jadwal dan lokasi karena virus tersebut. Kualifikasi tinju dan basket di Tokyo sudah ditunda.

Lebih dari 200 orang meninggal akibat virus Corona itu. Setidaknya ada 6.000 orang yang dikabarkan positif terjangkit virus Corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menyatakan kondisi ini sebagai darurat.

 

sumber : REUTERS
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA